sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id synologi
Minggu, 19 Apr 2020 13:19 WIB

Bill Gates dituduh jadi penyebar virus corona

Beberapa pihak tak bertanggung jawab mengklaim pidato Bill Gates pada 2015 menjadi tanda-tanda dia menjadi penyebar virus corona.

Bill Gates dituduh jadi penyebar virus corona
Bill gates (World Economic Forum)

Bill Gates merupakan salah satu tokoh yang paling gencar dalam mencari obat untuk virus Corona. Dia rela menggelontorkan uang hingga ratusan juta dolar untuk merampungkan obat tersebut.

Namun, beberapa orang ternyata menganggap bahwa Gates lah yang menyebarkan virus Covid-19. Mereka mengklaim, Gates melakukannya untuk mendapatkan keuntungan besar dari menjual obat untuk penyakit tersebut.

Harian terkemuka Amerika Serikat The New York Times menyebut, misinformasi seputar peran Bill Gates dalam penyebaran Covid-19 telah menyebar luas. New York Times  mengutip laporan perusahaan analis media, Zignal Labs, yang menyebut, terdapat 16 ribu post di Facebook mengenai Corona dan Gates. Secara total, posting tersebut telah di-like atau dikomentari sebanyak 900 ribu kali. Sementara itu, 10 video terpopuler yang menyebarkan teori konspirasi mengenai Gates ditonton lebih dari 5 juta kali sejak diterbitkan antara bulan Maret dan April.

Bagaimana hal ini terjadi?

Teori konspirasi tersebut tak bisa dilepaskan dari penampilan Bill Gates selama wabah Corona melanda dunia. Sebagai pilantropis yang aktif memerangi berbagai penyakit di dunia, Gates kerap dimintai pendapat terkait banyak hal, termasuk kebijakan-kebijakan Presiden Donald Trump, atau sekadar bagaimana kenormalan baru akan tercipta setelah wabah Covid-19 selesai.

Selain itu, orang-orang, termasuk media, kerap mengaitkan Covid-19 dengan "ramalan" Gates pada tahun 2015 ketika menjadi pembicara di forum TED Talk. Ketika itu, Gates mengatakan, infeksi virus bisa menjadi ancaman terbesar bagi umat manusia. Sejak Covid-19 menjadi pandemik global, orang-orang kembali menonton video tersebut. Hingga berita ini ditulis, videonya sudah ditonton 26 juta kali.

 

Share
back to top