Advan punya bos baru, ini strategi rancangannya

Sebagai bos baru Advan, Aria telah menyiapkan beberapa strategi guna mempertahankan pencapaian perusahaan.

Vendor smartphone dan tablet Advan kini dipimpin bos baru. Setelah sebelumnya dipimpin Tjandra Lianto, kini Advan dinakhodai oleh Aria Wahyudi selaku GM Marketing perusahaan. Tjandra sendiri diketahui telah meninggalkan perusahan sejak April lalu.

Sebagai bos baru Advan, Aria telah menyiapkan beberapa strategi guna mempertahankan dan meningkatkan pertumbuhan bisnis perusahaan. Dia mengakui, persaingan di pasar smartphone semakin ketat. Kendati demikian, Aria meyakini adanya pasar yang sesuai dengan segmentasi Advan, yakni middle to entry level. Kompetitornya memang masih ada, namun perlahan mulai meninggalkan pasar tersebut.

"Kita akan masuk di tingkat yang memang pemainnya sudah mulai sedikit meninggalkan, walau pun masih ada. Middle to low. Dengan begitu kita akan optimal, energi juga jelas kemana. Tapi itu dinamis karena pasar juga dinamis," kata Aria di Jakarta (17/5).

Tiga strategi lainnya yang disiapkan Aria yaitu memastikan Advan menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen disertai harga yang kompetitif dibanding produk vendor luar negeri. Selanjutnya dia juga berencana memperkuat distribusi produk Advan baik secara offline maupun online.

Selain itu, Aria juga mencanangkan komunikasi yang lebih efektif dalam momentum dan pasar yang tepat. Lebih lanjut Advan akan berbenah dari sisi ketersediaan produknya. "Kita juga mulai berbenah dari sisi visibility dan availability," katanya.

Di tahun ini, vendor smartphone lokal itu akan menambah jumlah service center-nya hingga 70 titik. Saat ini, Advan telah memiliki 64 service center dari Aceh hingga Papua.

Sebagai informasi, Aria sebelumnya berkarier di bidang Sales Marketing pada perusahaan Consumer Goods selama lebih dari 20 tahun. Oleh karenanya, industri smartphone merupakan dunia baru bagi Aria. Selain menjadi eksekutif Advan, Aria juga merupakan salah satu pengajar di Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: