Review laptop HP Spectre Folio 13

HP Spectre Folio 13, laptop berlapis kulit bergaya flamboyan

Berbeda dari seri Spectre atau bahkan kebanyakan laptop merek lain di kelasnya, Folio 13 memiliki kulit asli pada lapisan terluarnya sehingga tampilannya menjadi sangat istimewa.

HP Spectre Folio 13, laptop berlapis kulit bergaya flamboyan

Laptop untuk seorang eksekutif memerlukan bodi yang tipis serta ringan agar dapat dibawa kemanapun untuk keperluan bisnis atau yang lainnya. Perangkat seperti itu dapat digunakan untuk mempermudah pekerjaan seperti presentasi proyek bersama klien tanpa repot membawa laptop berukuran besar.

HP seri Spectre masuk ke dalam segmentasi kelas premium yang menyasar kepada pengguna profesional. Perusahaan asal Amerika Serikat ini sejak awal menghadirkan seri Spectre dengan bodi tipis serta jeroan yang memiliki kinerja tinggi agar dapat memenuhi keperluan komputasi sehari-hari.

Kali ini saya akan mengulas seri Spectre yang agak berbeda dari jenisnnya, yaitu Spectre Folio 13 ak004TU. Lho, kenapa berbeda? Simak hingga tuntas ya Sahabat Tek.

Desain dengan sentuhan kulit asli

Berbeda dari seri Spectre atau bahkan kebanyakan laptop merek lain di kelasnya, Folio 13 memiliki kulit asli pada lapisan terluarnya sehingga tampilannya menjadi sangat istimewa. Selain untuk menarik perhatian, saya menyukai cara HP melakukannya karena memungkinkan saya memegang lebih erat ketika dibawa kemana-mana. Bodi kulit juga menghindari bodi laptop dari terkena goresan saat saya meletakannya di permukaan meja.

Material kulit tersebut hampir menutupi seluruh bodi Spectre Folio 13 kecuali bagian bezel layar, keyboard, dan touchpad. Satu lagi manfaat menggunakan kulit adalah kedudukan laptop menjadi cukup stabil ketika ditaruh di atas permukaan licin.

Sesuai namanya, Spectre Folio 13 memiliki ukuran rentang layar 13 inci. Bezel yang dimiliki laptop ini cukup tipis pada bagian kiri dan kanan, tetapi bukan yang tertipis di dunia. Tetapi bezel atas tidak setipis bezel kiri dan kanan. Hal ini kemungkinan bezel atas adalah tempat untuk webcam dan dua mikrofon. Sedangkan bezel bawah merupakan yang paling tebal dibandingkan bezel lainnya di laptop ini. Meski tidak seluruhnya bezel tipis, tetapi bagian layar tetap terlihat menawan.

Dalam keadaan tertutup, Spectre Folio 13 lebih terlihat seperti map untuk menaruh berkas-berkas penting ketimbang sebuah laptop. Pada posisi seperti ini, laptop hanya memiliki ketebalan 15,2 mm. Itupun sudah termasuk lapisan kulitnya. Pastinya laptop akan lebih tipis lagi jika tanpa lapisan kulit. Perlu diingat bahwa lapisan kulit yang ada pada Spectre Folio 13 tidak dapat dilepas alias sudah menempel dari pabriknya.

Awal-awal menggunakan laptop ini, sekilas saya tidak dapat membedakan antara sisi bawah dan sisi atas laptop mengingat dilengkapi dengan lapisan kulit yang menjadi satu dari sisi belakang bawah ke atas. Dengan demikian, pola kulit di masing-masing sisi adalah sama. Tetapi setelah beberapa saat saya menggunakannya, saya baru sadar bahwa sisi bagian atas ada jahitan di tengah dan sisi bagian bawah ada bantalan panjang di posisi agak ke bawah.

Port antarmuka dan pengoperasian

Kebanyakan laptop HP Spectre memiliki desain yang dapat diubah menjadi tablet (convertible), salah satunya adalah Spectre x360 yang didesain menggunakan engsel 360 derajat, sehingga layarnya dapat dilipat hingga ke bagian belakang dan kemudian dapat digunakan sebagai tablet.

Tidak ubahnya pada Spectre Folio 13, laptop ini juga dapat berubah wujud menjadi tablet. Namun berbeda dengan Spectre x360 yang mengandalkan satu engsel, laptop ini menggunakan dua engsel. Satu engsel digunakan ketika menggunakan sebagai laptop standar dan engsel kedua yang berada di belakang layar dapat diputar hingga 180 derajat ke arah belakang.

Ketika engsel pada bagian belakang layar ditekuk, maka Spectre Folio 13 akan menjadi mode tablet. Ada dua cara untuk mengakses mode tablet. Pertama, memutar layar ke arah belakang secara penuh dan menutup engsel pertama; dan cara kedua adalah menempatkan bagian bawah layar di area antara touchpad dan keyboard. Cara kedua merupakan mode tablet favorit saya karena masih dapat mengontrol tablet via touchpad dan posisi kemiringan lahyar juga cukup optimal untuk mengakses tablet.

Mode tablet pertama cocok digunakan ketika Specter Folio 13 sedang tidak diletakkan di meja. Dengan bobot 1,47 kg, alangkah baiknya jika HP menyediakan semacam pengangan tangan di bagian bawah agar lebih nyaman mengakses Folio 13.

HP menerapkan mekanisme magnet pada panel belakang panel layar. Dengan demikian, cover laptop dapat berdiri kokoh meski berukuran sangat tipis. Oiya, material kulit juga sangat berguna untuk melindungi engsel-sengsel dari benturan yang tidak sengaja terjadi.

Sebagai laptop premium, sudah tidak heran jika Spectre Folio 13 dilengkapi dengan keyboard backlit berkat penyinaran LED di bagian belakangnya. Ada dua macam tingkat penerangan yang ditawarkannya, saya pribadi memiliki tingkat kecerahan nomor dua agar lebih efisien baterai. Tombol pada keyboard memiliki jaraka yang optimum sehingga menghindari risiko typo secara tidak sengaja. Panel bagian bawahnya juga terbuat dari bahan solid sehingga saya sama sekali tidak merasakan gejala gangguan flex.

Kamu juga dapat mengakses layar dengan cara menyentuhnya menggunakan HP Tilt Pen yang hadir dalam paket penjualan Spectre Folio 13. Stylus ini ditenagai oleh satu baterai kecil berukuran AAA. Belum ada informasi lebih lanjut berapa lama baterai tersebut akan bertahan lama. Di sisi stylus terdapat dua tombol yang berfungsi sebagai klik kanan atau kiri seperti saya menggunakan touchpad.

Hadirnya stylus ini sangat berguna ketika laptop sedang dalam mode tablet. Performanya juga cukup akurat dan presisi pada bagian yang akan saya akses. HP membuat stylus Folio 13 dari bahan logam ringan. Dengan demikian cukup kuat untuk kesibukan sehari-hari. Sayangnya HP Tilt Pen terasa cukup licin ketikadi gunakan. Jadi mengharuskan saya untuk mengenggamnya cukup erat, apalagi ketika jari saya sedang berkeringat.

HP tidak banyak menjejalkan port antarmuka pada Spectre Folio, hanya terdapat dua port Thunderbolt 3, satu USB Type-C dan satu lagi port headphone jack. Dengan demikian terdapat empat buah port yang ada di sisi-sisi Spectre Folio 13. Uniknya, saya dapat mengubungkan ke port USB Type-C mamapun untuk mengisi ulang laptop, cara ini menambah fleksibilitas.

 

Performa mulus, baterai irit

HP memberikan layar Spectre Folio 13 dengan resolusi 4K atau 3840 x 2160 piksel. Oleh karenanya, konten yang tampil di layar tersebut terlihat sangat detil. Laptop ini memiliki teknologi layar LCD IPS dengan penerangan latar LED. Nah, sesuai karakteristik panel IPS dan penerangan LED, warna yang ditampilkannya sangat cerah dan tetap stabil meski dilihat dari samping.

Keluhan saya terkait layarnya yang tidak dilengkapi dengan panel anti-glare (atau anti pantul). Saya pernah mengetik di bagian teras sebuah kedai kopi lantara terdapat gangguan pantulan area sekitar. Cara ini cukup dapat diatasi dengan meningkatkan kecerahan layar. Sebagai informasi, kecerahan layar Spectre Folio 13 dapat disetel hingga 400 nit. Besaran kecerahan ini lebih tinggi sekitar 2 hingga 3 kali lipat jika dibandingkan dengan laptop standar.

Menggunakan penyimpanan sebesar 1 TB dengan basis teknologi SSD NVMe M.2 dan kapasitas RAM sebesar 16 GB. Performa yang dihadirkan laptop bisnis ini sangat stabil dan mulus. Ketika mengaktifkannya dari keadaan mati, laptop ini hanya memerlukan waktu sekitar 15 detik. Sedangkan ketika shut-down, ia hanya memerlukan waktu 9 detik. Hal yang tidak kalah menarik adalah kecepatan performa jika masuk ke dalam keadaan Sleep, hanya memerlukan waktu kurang dari 1 detik. Dengan demikian saya hanya mengandalkan mode Sleep ketika tidak menggunakan laptop.

Berdasarkan pengalaman saya, daya baterai hanya berkurang 1 persen ketika perangkat Spectre Folio 13 sedang dalam mode Sleep. Artinya, laptop hanya memakan daya baterai sebanyak 24 persen ketika dibiarkan masuk ke mode sleep selama sehari semalam.

Masih menyinggung soal baterai, dapat saya katakan bahwa efisiensi daya yang diberikan Spectre Folio 13 juga sangat tinggi. Ini dibuktikan ketika saya menggunakan saat mengetik sambil melakukan browsing internet. Dengan penggunaan seperti itu, Spectre Folio 13 mampu bertahan hingga 11 jam. Penghitungan ini saya hitung berdasarkan pengalaman.

Ketika baterai dalam keadaan 13 persen, Spectre Folio 13 membutuhkan waktu sekitar 50 menit untuk mengisi ulang hingga 100 persen, dengan catatan laptop dalam keadaan menyala tetapi tidak digunakan. Tetapi waktu pengisian menjadi molor hingga sekitar 2,5 ketika laptop diisi ulang sambil digunakan untuk menyetel YouTube, mengetik, menjelajah internet dan sebagainya. Saat saya menguji baterai menggunakan aplikasi PCMark10, kekuatan baterainya dapat bertahan hingga 6 jam 1 menit.

Port charger Spectre Folio 13 menggunakan USB Type-C. Saya pernah iseng mengisi ulang baterai smartphone menggunakan charger tersebut, dan ternyata baterai ponsel saya dapat terisi ulang dengan fitur fast charging layaknya menggunakan charger bawaan. Tetapi ketika saya mencoba mengisi ulang laptop menggunakan charger smartphone dengan port USB Type-C, baterai laptop tidak dapat terisi ulang.

Performa yang stabil juga dapat saya rasakan ketika memainkan gim Beach Buggy Racing. Selama bermain, tidak ada gangguan lagging. Detil-detil pada gim juga terlihat sangat jelas, ini kemungkinan berkat layarnya yang beresolusi 4K. Hal senada juga dapat saya rasakan ketika memainkan gim balapan yang lebih serius, Asphalt 9. Tetapi sayangnya layar laptop kurang mampu menampilkan konten yang bergerak cepat, sehingga terlihat agak blur.

Setelah membicarakan layar, kini saatnya saya membicarakan kualitas audio. HP bekerja sama dengan pabrikan audio premium asal Denmark Bang & Olufsen. Berkat sistem empat speaker yang berlokasi di atas keyboard, efek suara yang direproduksi memiliki kualitas surround unggulan. Hal tersebut dapat saya katakan saat bermain gim Asphalt 6. Suara mobil-mobil lawan di belakang dapat tersimulasikan cukup bagus saat balapan. Kekuatan audionya juga sangat lantang untuk seukuran laptop tipis.

Prosesor yang digunakan untuk mentenagai Spectre Folio 13 adalah Intel Core i7-8500Y dengan kecepatan clock 1.5 GHz. Sebagai informasi, prosesor ini merupakan keluarga Core generasi ke-8 (Kaby Lake) yang diperkenalkan pertama kali pada kuartal ketiga tahun 2018. Mengusung proses fabrikasi 14 nm, prosesor ini juga memiliki 2 core dan 4 thread . Besaran Thermal Design Power (TDP) Core i7-8500Y adalah 5 watt. Sistem grafis yang digunakan pada Spectre Folio 13 adalah Intel UHD Graphics 615.

Saat menjalankan aplikasi pengujian Cinebench, laptop untuk keperluan bisnis tersebut mampu meraup angka 557 untuk percorbaan multi-core dan 273 untuk single-core. Sebagai perbandingan, Acer Switch 7 dengan Intel Core i7-8550U memiliki skor Cinebench 160 untuk single-core dan 519 untuk multi-core.

Sebagai catatan, di sini saya membandingkan Spectre Folio 13 dengan Acer Swift 7 hanya untuk referensi semata agar kamu dapat membayangkan gambaran skor-skor benchmark.

Tidak lupa saya menjalankan aplikasi PCMark 10. Benchmark ini menampilkan serangkaian pengujian komprehensif yang mencakup beragam tugas yang dilakukan di tempat kerja. Setelah menjalankan aplikasi tersebut, Spectre Folio 13 mampu mengumpulkan skor 2580 poin., Sebagai perbandingan, Acer Switch 7 memiliki nilai 3288 pada benchmark yang sama.

Benchmark terakhir yang saya jalankan adalah 3DMark untuk menentukan performa rendering grafik komputer 3D. Laptop ini mampu mengumpulkan skor 2265 poin untuk 3DMark Sky Diver dan 245 poin untuk 3DMark Time Spy. Dalam pengujian ini, laptop bisnis Switch 7 memiliki nilai 4785 dan 925 yang masing-masing untuk pengujian 3DMark Sky Diver dan 3DMark Time Spy. Nilai yang lebih tinggi yang pada Acer Swift 7 kemungkinan besar berkat GPU diskrit Geforce MX150.

Kesimpulan

Selama menggunakannya sekitar dua minggu, dapat dikatakan saya puas dengan performa dan kestabilan laptop HP Spectre Folio 13. Saya juga tidak pernah mengalami gangguan hang atau bahkan blue screen pada laptop premium ini. Sebagai laptop untuk keperluan bisnis, Spectre Folio 13 siap memenuhi di manapun berkat rancang bangunnya yang teramat tipis.

Bodi berlapis kulit bukan sekadar gimmick belaka, ini dapat meningkatkan rasa kepercayaan diri kamu ketika sedang mengadakan presentasi dengan klien penting. Lapisan yang tidak biasa ini juga berlakon sebagai pelindung laptop dari guncangan-guncangan kecil ketika kamu menentengnya. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah perawatan kulit yang berbeda dari laptop biasa.

Saya sangat jarang mematikan laptop ini lantaran perofrma mode Sleep sangat cepat dan sangat minim menggunakan daya baterai. Dengan demikian, saya merasa seperti layaknya smartphone atau tablet seutuhnya. Saya juga tidak perlu selalu membawa charger ketika ingin mengetik di luar ruangan. Hal yang membuat perasaan saya agak mengganjal adalah seluruh port USB dilengkapi dengan Type-C, jadi ketika kamu ingin menghubungkan flash disk diwajibkan menggunakan adaptor. Sayangnya HP tidak menyertakan adaptor tersebut di paket pambelian Spectre Folio 13. Jika kamu seorang eksekutif yang mengedepankan laptop berperforma stabil dan lancar serta desain flamboyan, ini cocok dijadikan referensi dengan harga Rp34.999.000.

 
HP Spectre Folio 13
Bagus ...
  • Performa lancar
  • Desain aduhai
  • Baterai irit
Kurang ...
  • Tidak ada port USB standar
  • Stylus licin
Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: