×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

Rekomendasi YouTube Makin Aneh? Ini 4 Cara Memperbaiki Algoritmanya

Oleh: Tek ID - Senin, 31 Agustus 2026 14:05

Rekomendasi YouTube mulai tidak relevan? Coba empat cara ini untuk memperbaiki algoritma, mengatur riwayat, dan mendapatkan video sesuai minat.

Rekomendasi YouTube Makin Aneh? Ini Cara Perbaiki Algoritma Ilustrasi logo Youtube. dok. Freepik

Pernah membuka YouTube dan mendapati beranda dipenuhi video yang sama sekali tidak sesuai minat? Masalahnya belum tentu ada pada algoritma YouTube. 

Aktivitas pengguna sendiri bisa memberikan sinyal yang keliru sehingga sistem menganggap suatu topik sebagai sesuatu yang disukai.

YouTube menggunakan berbagai aktivitas pengguna untuk menentukan rekomendasi video, mulai riwayat tontonan, pencarian, video yang disukai, kanal yang diikuti hingga berbagai bentuk interaksi lainnya.

Masalah bisa muncul ketika akun digunakan untuk menonton video yang sebenarnya tidak diminati. Anak yang menggunakan akun orang tua di televisi, pencarian sesaat mengenai topik tertentu, atau video yang diklik karena penasaran dapat ikut memengaruhi rekomendasi.

Jika rekomendasi YouTube sudah mulai tidak relevan, ada empat langkah yang bisa dilakukan untuk memperbaikinya.

1. Pastikan Riwayat Tontonan YouTube Aktif

Riwayat tontonan atau watch history menjadi salah satu sumber informasi yang digunakan YouTube untuk memahami minat pengguna.

Jika fitur tersebut dimatikan, YouTube memiliki lebih sedikit informasi untuk menentukan video yang mungkin disukai. 

Dalam kondisi tertentu, pengguna bahkan bisa menemukan beranda YouTube tanpa rekomendasi.

Pengaturannya dapat diperiksa melalui akun Google. Buka foto profil YouTube, pilih Google Account, kemudian masuk ke Data & privacy dan cari pengaturan YouTube History. 

Pastikan fitur tersebut dalam kondisi aktif jika ingin YouTube menggunakan aktivitas tontonan untuk personalisasi.

Pengguna juga dapat memeriksa fitur Auto-delete. Google menyediakan pilihan untuk menghapus riwayat secara otomatis setelah periode tertentu.

Menghapus data secara berkala memang mengurangi jumlah informasi historis yang tersedia. Namun, cara tersebut juga dapat membuat rekomendasi lebih banyak didasarkan pada aktivitas yang relatif baru.

2. Beri Tahu YouTube Video yang Disukai dan Tidak Disukai

Langkah berikutnya adalah memberikan sinyal yang lebih jelas mengenai jenis konten yang memang ingin ditonton.

Ketika menemukan video yang menarik, tonton video tersebut, tekan tombol Like, dan berlangganan atau subscribe ke kanal yang ingin lebih sering dilihat. 

Pengguna juga dapat mengaktifkan notifikasi pada kanal favorit dan berinteraksi dengan kontennya.

Pencarian juga menjadi sinyal. Karena itu, mencari topik yang benar-benar diminati dan memilih video yang relevan dapat membantu YouTube mengenali preferensi pengguna.

Sebaliknya, berikan umpan balik ketika rekomendasi tidak sesuai.

Tekan menu tiga titik pada video yang direkomendasikan dan pilih Not interested jika tidak tertarik dengan video tersebut. Jika tidak ingin mendapatkan rekomendasi dari sebuah kanal, pilih Don't recommend channel.

Pengguna juga sebaiknya berhenti berlangganan dari kanal yang sudah tidak lagi ditonton. Untuk YouTube Shorts, tersedia opsi tersendiri untuk menyembunyikan rekomendasinya.

Perubahan rekomendasi tidak selalu terjadi seketika. Namun, kombinasi sinyal positif dan negatif secara konsisten dapat membantu YouTube memahami jenis konten yang kemungkinan lebih menarik bagi pengguna.

3. Cegah Tontonan Orang Lain Mengacaukan Rekomendasi

Masalah rekomendasi juga dapat terjadi karena satu akun YouTube digunakan beberapa orang.

Misalnya, anak menggunakan akun orang tua untuk menonton video melalui tablet atau smart TV. Aktivitas tersebut dapat membuat YouTube menganggap konten yang ditonton anak sebagai bagian dari preferensi pemilik akun.

Jika hanya terjadi sesekali, aktivitas yang tidak diinginkan dapat dihapus secara manual. Riwayat pencarian tertentu dapat dihapus, sedangkan video dapat dikeluarkan dari watch history.

Untuk perangkat televisi yang digunakan bersama keluarga, sebaiknya setiap orang menggunakan akun masing-masing. 

Dengan demikian, kebiasaan menonton satu anggota keluarga tidak ikut memengaruhi rekomendasi pengguna lainnya.

Akun pada aplikasi YouTube di TV juga dapat dikunci menggunakan kode melalui fitur Account lock sehingga orang lain tidak mudah menggunakannya.

Cara lain adalah menggunakan mode penyamaran ketika ingin menonton sesuatu yang tidak ingin dimasukkan ke profil rekomendasi.

Pada aplikasi YouTube di ponsel, pengguna dapat membuka You > Accounts > Turn on Incognito. 

Sementara pada komputer, pengguna dapat memanfaatkan mode private browsing pada peramban.

Langkah ini berguna ketika pengguna hanya perlu menonton video tertentu untuk kebutuhan sesaat, misalnya mencari tutorial memperbaiki kendaraan, mempelajari suatu produk, atau topik lain yang sebenarnya bukan bagian dari minat sehari-hari.

4. Bersihkan Riwayat YouTube Secara Selektif

Jika rekomendasi sudah terlanjur dipenuhi topik yang tidak relevan, pengguna dapat membersihkan sebagian riwayat aktivitasnya.

Melalui menu pengaturan personalisasi akun Google, buka Manage YouTube History. Di halaman tersebut, pengguna dapat melihat aktivitas yang tersimpan dan menghapus entri tertentu.

Riwayat juga dapat disaring berdasarkan tanggal atau kata kunci tertentu. Fitur ini berguna ketika rekomendasi berubah setelah pengguna banyak menonton satu topik dalam periode tertentu.

Misalnya, seseorang sempat menonton banyak video berkebun enam bulan lalu tetapi kini sudah tidak tertarik. 

Riwayat dari periode tersebut dapat dihapus tanpa harus mengorbankan data tontonan terbaru yang masih mencerminkan minat pengguna.

YouTube juga menyediakan opsi untuk menghapus riwayat dalam jumlah besar, mulai aktivitas hari ini, periode tertentu, hingga seluruh riwayat.

Menghapus seluruh riwayat dapat menjadi pilihan ketika rekomendasi sudah benar-benar tidak relevan. 

Konsekuensinya, YouTube kehilangan banyak informasi yang sebelumnya digunakan untuk memahami minat pengguna.

Rekomendasi setelah penghapusan total karena itu dapat kembali lebih umum. Pengguna kemudian perlu membangun kembali profil minat dengan menonton, menyukai, dan mengikuti kanal yang benar-benar sesuai preferensi.

Untuk sebagian besar kondisi, membersihkan riwayat secara selektif menjadi pilihan yang lebih seimbang. 

Pengguna dapat membuang aktivitas yang mengacaukan rekomendasi tanpa kehilangan seluruh informasi mengenai kebiasaan menonton.

×
back to top