Laporan Coursera: Perempuan Indonesia Lebih Tuntas Menyelesaikan Kursus GenAI daripada Laki-laki
Coursera mencatat perempuan Indonesia menyelesaikan kursus GenAI 0,9% lebih tinggi dari laki-laki, menegaskan pentingnya akses AI yang inklusif.
Ilustrasi perempuan belajar Ai. dok. freepik
Coursera mengungkap temuan menarik mengenai partisipasi perempuan Indonesia dalam pembelajaran kecerdasan buatan generatif atau GenAI.
Dalam laporan terbaru bertajuk One Year Later: The Gender Gap in GenAI, perempuan di Indonesia tercatat menyelesaikan kursus GenAI dengan tingkat kelulusan 0,9 persen lebih tinggi dibandingkan laki-laki, meski jumlah mereka dalam ekosistem pembelajaran AI masih lebih sedikit.
Temuan ini memperlihatkan ketika perempuan memperoleh akses terhadap pembelajaran berkualitas, mereka menunjukkan ketekunan yang tinggi dalam menuntaskan materi.
Pada 2025, perempuan menyumbang 32 persen dari total pendaftaran kursus GenAI di Indonesia, naik dari 31 persen pada 2024. Kenaikan itu memang belum menutup kesenjangan gender, tetapi memperlihatkan adanya pergerakan positif di tengah transformasi digital yang semakin cepat.
- Sinar Mas dan iFLYTEK Bentuk Perusahaan AI di Indonesia, Fokus Pendidikan dan Kesehatan
- Kesenjangan Gender di Era AI Masih Lebar, Ini Pentingnya Keterlibatan Perempuan dalam Pengembangan Teknologi
- ASEAN Foundation Gelar Workshop AI di Bandung, 500 Siswa SMP Belajar Literasi AI
- Red Hat Luncurkan AI Enterprise, Platform Terpadu untuk Mengubah Eksperimen AI Menjadi Operasi Bisnis
Data tersebut juga mengarah pada satu kesimpulan penting: hambatan utama kemungkinan besar bukan terletak pada kemampuan atau motivasi, melainkan pada akses terhadap peluang belajar. Di Indonesia, persoalan ini menjadi relevan karena keterlibatan perempuan di sektor teknologi masih relatif rendah.
Coursera mencatat, merujuk pada data Kementerian Komunikasi dan Digital, perempuan merupakan 49 persen dari total pengguna internet di Indonesia, tetapi hanya 27 persen yang bekerja di sektor teknologi. Angka itu masih jauh di bawah rata-rata global yang mencapai sekitar 40 persen.
Learning Science Research Lead Coursera Alexandra Urban mengatakan masa depan AI sangat ditentukan oleh siapa yang mendapat kesempatan untuk mempelajarinya dan terlibat dalam pengembangannya.
“Masa depan kecerdasan buatan akan dibentuk oleh keberagaman orang-orang yang membangunnya dan memanfaatkannya. Data kami menunjukkan bahwa ketika perempuan di Indonesia mendapatkan akses terhadap peluang pembelajaran GenAI, mereka memperlihatkan ketekunan dan komitmen yang kuat untuk menguasai keterampilan ini,” ujarnya.
Ia menambahkan Indonesia memiliki basis perempuan yang besar dan sangat termotivasi untuk berkembang. Karena itu, perluasan akses terhadap pendidikan GenAI dinilai akan menjadi faktor penting untuk membuka potensi talenta nasional secara lebih luas.
Laporan Coursera juga menunjukkan desain kursus berpengaruh terhadap tingkat partisipasi perempuan. Kursus yang bersifat ramah pemula dan menekankan penerapan nyata dalam kehidupan sehari-hari cenderung lebih banyak menarik peserta perempuan.
Salah satu contohnya adalah kursus Social Media Management dari Meta, yang mencatat 54,6 persen pendaftaran berasal dari peserta perempuan di Indonesia.
Selain itu, kursus-kursus yang menghubungkan AI dengan kebutuhan praktis seperti produktivitas kerja, pemasaran digital, desain, pendidikan, dan pekerjaan kreatif juga memperlihatkan tingkat partisipasi perempuan yang lebih tinggi.
Temuan ini menunjukkan ketika AI diposisikan bukan sebagai konsep teknis yang abstrak, melainkan sebagai alat yang relevan untuk pengembangan karier dan kehidupan profesional, partisipasi menjadi lebih luas dan merata.
Di luar GenAI, peserta didik perempuan di Indonesia juga menunjukkan penguatan pada keterampilan manusia atau human skills, khususnya berpikir kritis.
Pada 2025, perempuan menyumbang 40 persen dari total pendaftaran kursus keterampilan berpikir kritis, naik dari 38 persen pada tahun sebelumnya. Tren ini memperlihatkan perempuan tidak hanya memperkuat kemampuan teknis, tetapi juga mengasah kompetensi penting yang semakin dibutuhkan di dunia kerja yang dipengaruhi AI.
Coursera menilai perluasan akses terhadap pendidikan AI yang inklusif akan menjadi kunci untuk membangun tenaga kerja digital Indonesia yang lebih siap menghadapi masa depan.
Pendekatan yang disarankan mencakup pengembangan kursus tingkat pemula yang jelas manfaat praktisnya, perluasan akses melalui lokalisasi konten dan kemitraan strategis, serta integrasi keterampilan GenAI dengan kemampuan pelengkap seperti berpikir kritis.
Setahun setelah Coursera meluncurkan panduan awal untuk menutup kesenjangan gender dalam keterampilan GenAI, data terbaru ini menunjukkan kemajuan yang cukup menggembirakan.
Peningkatan partisipasi perempuan di Indonesia, ditambah tingkat penyelesaian kursus yang lebih tinggi, menjadi sinyal bahwa dengan akses yang lebih luas, perempuan tidak hanya bisa ikut dalam revolusi AI, tetapi juga berpeluang menjadi bagian penting yang membentuk arahnya.









