Sistem AI dari MIT-IBM bisa kenali konten video lebih cepat

Teknologi mutakhir terbaru ini dapat membantu platform seperti facebook dan YouTube mencari konten-konten kekerasan atau teroris yang tersebar di dalam platform mereka.

Sistem AI dari MIT-IBM bisa kenali konten video lebih cepat Source: Pexels

Berkat teknologi machine learning, komputer dapat melakukan hal-hal seperti mengidentifikasi wajah dan melakukan pemindaian medis. Tetapi ketika ditugaskan untuk menafsirkan video dan kejadian dunia nyata, model machine learning tersebut menjadi berukuran besar dan rumit. Dilansir dari Engadget (9/10), sebuah tim dari MIT-IBM Watson Lab memiliki solusi. Mereka hadir dengan metode yang mengurangi ukuran model pengenalan video, mempercepat pelatihan dan dapat meningkatkan performa pada perangkat mobile.

Caranya adalah dengan mengubah solusi model pengenalan video dalam mendeteksi waktu. Model machine learning yang ada saat ini melakukan encoding durasi waktu dengan cara mengurutkan gambar. Oleh karena itu model machine learning-nya jadi lebih besar, dan intensif dalam mengolah proses komputasi. Peneliti MIT-IBM merancang modul baru yang lebih ampuh. Dalam pengujian mereka, metode ini mampu melatih deep learning, untuk mengenali video AI tiga kali lebih cepat dari metode yang ada.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Nvidia, GM, dan Toyota berkolaborasi demi mobil otonom

AI jadikan balapan drone otonom semakin canggih

Hyundai lakukan investasi ke perusahaan AI demi mobil otonom


Modul ini pun membuat machine learning lebih mudah untuk mengenali video pada perangkat mobile. “Tujuan kami adalah membuat AI dapat diakses oleh siapa saja dengan perangkat berteknologi sederhana. Untuk melakukan itu kami perlu merancang model AI yang efisien yang menggunakan energi lebih minim dan dapat berjalan dengan lancar pada perangkat mutakhir di mana banyak AI berproses di dalamnya,” kata MIT Assistant, Professor Song Han.

Dengan mengurangi daya komputasi yang diperlukan, metode ini juga dapat membantu mengurangi jejak karbon AI. Ini dapat membantu platform seperti Facebook dan YouTube mengidentifikasi rekaman kekerasan atau teroris, dan itu memungkinkan institusi medis seperti rumah sakit untuk menjalankan aplikasi AI secara lokal, ketimbang menjalankannya di cloud. Sehingga dengan bgitu, metode ini dapat menjaga data sensitif lebih aman. Para peneliti akan mempresentasikan temuan mereka dalam sebuah makalah di Konferensi Internasional tentang Visi komputer akhir bulan ini.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: