Peneliti temukan cara simpan data di molekul organik untuk ribuan tahun

Bagaimana jadinya kalau informasi berjumlah besar dapat disimpan di media yang sangat kecil? Para peneliti dari Harvard berhasil melakukannya.

Peneliti temukan cara simpan data di molekul organik untuk ribuan tahun Source: NewAtlas

Pernah terbayang, pergi ke mana semua informasi yang ada di dunia ini? Foto yang disimpan di cloud, atau video, atau data-data dari media sosial dan sebagainya? Data-data tersebut tersimpan pada sebuah hardware super besar yang membutuhkan banyak energi. Namun belum lama ini sejumlah peneliti dari Harvard berhasil mengembangkan sistem baru untuk membaca dan menulis informasi dengan molekul organik yang diklaim dapat bertahan selama ribuan tahun.

Untuk diketahui, sejauh ini DNA merupakan media organik yang menyimpan ribuan informasi mengenai makhluk hidup. DNA mampu menyimpan data dalam jumlah besar dalam bentuk yang sangat kecil. Menariknya DNA merupakan media paling stabil dan dapat bertahan ribuan tahun dalam penanganan yang tepat. Bahkan ada beberapa penelitian yang menyisipkan DNA ke ujung pensil, ke dalam kaleng cat dan bahkan dibuat menjadi bakteri hidup.


BACA JUGA

Lautan cair di Pluto, tingkatkan kemungkinan adanya kehidupan lain

Chang-e 4 berhasil temukan mineral baru di Bulan

Ilmuwan kembangkan suplemen khusus untuk misi luar angkasa


Tetapi para peneliti itu tidak mengandalkan DNA kali ini. Dilansir dari NewAtlas (3/5), para peneliti itu justru menggunakan oligopeptida, molekul kecil yang terdiri dari banyak asam amino. Media penyimpanan molekul tersebut akan dilakukan pada lubang mini berjumlah 384 di sebuah lempengan metal. Setiap lubang ini akan mengandung oligopeptida dengan massa bervariasi. Oligopeptida yang berisi informasi akan diberi angka 1 sementara yang kosong diberi tanda 0. Dengan ini, kombinasi delapan oligopeptida mewakili satu byte; 32 oligopeptida dapat menyimpan 4 byte dan seterusnya.

Dalam uji coba yang dilakukan, para peneliti tersebut berhasil menulis, menyimpan dan membaca kembali 400 kB data. Data tersebut berisi tulisan ilmiah, foto dan sebuah lukisan. Menurut para peneliti itu, kecepatan rata-rata ketika menulis data adalah 8bps sementara untuk kecepatan membacanya sekitar 20bps dengan tingkat akurasi 99,9 persen.

Tim peneliti itu menyatakan bahwa ada beberapa keuntungan ketika menggunakan oligopeptida sebagai media penyimpanan. Pertama, molekul organik ini akan tetap stabil selama ratusan hingga ribuan tahun. Kedua, peneliti dapat memasukkan lebih banyak data ke dalam media penyimpanan yang lebih kecil, bahkan lebih kecil dari DNA. Katanya, seluruh konten di Perpustakaan Umum New York dapat disimpan di satu sendok teh yang penuh dengan protein (oligopeptida).

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini:
Tags :
Sains