Ini pertama kalinya drone berhasil antarkan organ tubuh

Menerbangkan organ menggunakan drone juga menawarkan keuntungan tertentu, seperti kemampuan untuk secara konstan memonitor suhu kritis

Ini pertama kalinya drone berhasil antarkan organ tubuh Source: Mark Teske / University of Maryland School of Medicine

Untuk pertama kalinya, sebuah drone mengirimkan ginjal ke pasien transplantasi yang telah menunggu delapan tahun untuk donor. Organ itu dibawa dalam tes penerbangan singkat 10 menit berjarak 4,3 kilometer dari Rumah Sakit St. Agnes Baltimore ke pusat medis University of Maryland (UMD), dan berhasil ditransplantasikan beberapa jam setelah pengiriman.

“Ada tujuan yang lebih besar yang dipertaruhkan. Ini pada akhirnya bukan tentang teknologi, tetapi tentang meningkatkan kehidupan manusia, kata dekan teknik UMD, Darryll J. Pines.


BACA JUGA

Drone DJI dapat mendeteksi helikopter dan pesawat terbang

Pemerintah AS khawatir drone buatan China bisa dijadikan spionase

Radar portabel ini cocok untuk drone dan sistem keamanan


Proyek ini dibuat oleh Dr. Joseph R. Scalea, yang juga melakukan prosedur transplantasi. Dia mengatakan kepada NY Times bahwa dirinya mengenalkan usaha itu dengan ahli penerbangan dan teknik dari UMD setelah mengalami banyak penundaan pengiriman organ. Dalam satu kasus, organ membutuhkan waktu 29 jam untuk tiba, dan “seandainya saya memasukannya dalam waktu sembilan jam, pasien mungkin akan hidup beberapa tahun lagi,” katanya.

Meski terdengar nekat untuk melakukan tes dengan organ hidup, UMD melakukan 44 penerbangan uji coba lebih dari 700 jam dan mengambil setiap tindakan pencegahan yang memungkinkan.

“Kami membangun banyak redudansi, karena kami ingin melakukan segala yang mungkin untuk melindungi muatan,” kata direktur operasi uji UMD, Anthony Pucciarella. Ini termasuk baling-baling dan motor cadangan, baterai ganda, PCB daya cadangan, dan sistem pemulihan parasut. Tim juga mendapat dukungan logistik dan pelacakan penerbangan dari AiRXOS, sebuah divisi GE Aviation yang bekerja pada infrastruktur drone dan layanan dukungan.

Oleh karenanya, kemungkinan risiko mengangkut organ semakin lebih minim. Selain itu, akan lebih cepat sampai dibandingkan menggunakan ambulans. Menerbangkan organ menggunakan drone juga menawarkan keuntungan tertentu, seperti kemampuan untuk secara konstan memonitor suhu kritis, waktu kedatangan, dan statistik lainnya. Demikian dilansir dari Engadget (1/5).

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: