Ford bakal hadirkan layanan taxi dan pesan antar otonom

Ford tampaknya yakin bahwa mereka akan mampu membangun jaringan transportasi dan pengiriman karena pengalaman menjalankan layanan ride-sharing Chariot dan layanan transportasi GoRide.

Ford bakal hadirkan layanan taxi dan pesan antar otonom Source: Ford

Ford baru saja mengumumkan rincian tinjauan seputar strategi mobil otonom mereka. Proyek ini bakal berada di bawah pimpinan CEO Ford Autonomous Vehicles, Sherif Marakby. Dilansir dari Engadget (16/11), dia menjabat sebagai CEO pada Juli 2018. Ia bertangguung jawab untuk menangani setiap elemen yang diperlukan saat meluncurkan layanan mobil otonom Ford pada 2021 mendatang.

Marakby mengatakan, Ford bekerja sama dengan Argo AI untuk mengembangkan teknologi di balik platform kemudi otomatisnya. Secara khusus Argo AI bekerja sama dengan tim chassis dan power train Ford demi mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang dinamika kendaraan dan meningkatkan sistem kontrol.


BACA JUGA

Stasiun pengisian FastCharge ungguli Supercharger milik Tesla

Mobil listrik Audi bisa jalan 400 km dalam satu kali isi ulang

Bagaimana mobil otonom membantu polisi di masa depan?


Dia juga menjelaskan bahwa Ford Commercial Solutions, perusahaan yang diluncurkan awal tahun ini, akan mengelola armada otonomnya.

Ford tampaknya yakin bahwa mereka akan mampu membangun jaringan transportasi dan pengiriman karena pengalaman menjalankan layanan ride-sharing, Chariot dan layanan transportasi GoRide.

“Dengan kedua layanan ini, kami sudah mengelola dan mengoperasikan armada besar sembari langsung menyelesaikan tantangan mobilitas nyata,” kata Marakby.

Ford juga bekerja dengan beberapa perusahaan untuk mempelajari apa yang dibutuhkan untuk layanan otonom.

Kepada CNBC, CEO baru tersebut mengatakan bahwa Ford meluncurkan layanan otonom demi mendapatkan uang dari usahanya. Ford menginvestasikan USD4 miliar (Rp58 triliun) ke dalam pengembangan teknologi otomatisasi hingga 2023 nanti.

“Kami berfokus pada profitabilitas. Meski kendaraan tersebut mahal, awalnya kami menerapkannya dalam layanan sehingga biaya untuk transportasi akan menjadi lebih rendah dan menguntungkan bagi kami,” tutup Marakby.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: