Menjadi kartunis ala Muhammad "Mice" Misrad

Setelah 20 tahun berkarya, begini pandangan Mice atau Muhammad Misrad tentang perkembangan kartunis di Indonesia

Menjadi kartunis ala Muhammad

Muhammad Misrad atau biasa dipanggil Mice merupakan kartunis ternama asal Indonesia. Mice juga sudah lama menjadi kartunis, yaitu selama selama 20 tahun. Ya, waktu yang terbilang cukup lama bahkan hingga hampir menyaingi umur saya. Pada usia berkarir yang terbilang cukup matang ini, Mice menghadirkan pameran bertema “Senyum Indonesia, 20 tahun Mice Berkarya” di Galeri Nasional, pada 21 Juli hingga 4 Agustus lalu.

Saya yang juga cukup ngefans dengan Mice sejak kecil karena karyanya sering saya baca pada koran, dan kebetulan menyambangi pamerannya sekaligus juga bertanya-tanya tentang perkembangan kartunis di masa sekarang.

Perkembangan komik bagi Mice

Selama berkarya 20 tahun belakangan ini, Mice tentunya turut merasakan perubahan zaman seperti perpindahan dari media cetak ke media digital. Hal yang paling menjadi perhatian Mice terkait perpindahan platform ini, yakni tidak adanya lagi filter seperti masa dulu. Pasalnya pada media cetak segala konten yang bisa lulus tayang harus terlebih dulu memasuki beberapa fase untuk disaring. Berbeda dengan media digital yang segala kontennya bisa dibagikan secara langsung.

Meski tidak menolak perkembangan zaman, Mice juga mengatakan bahwa kebebasan pada setiap karya itu memang diperlukan namun karya yang terlalu bebas juga bisa berbahaya.

“Kebebasan itu perlu tapi terlalu bebas juga bahaya, karena nanti efeknya juga akan ke pembaca. Jadi sebenarnya dalam kebebasan ini juga perlu ada filter,” kata Mice.

Tak hanya merasakan masa perpindahan platform, Mice juga mampu bertahan hingga sekarang karena selalu beradaptasi dengan zaman. Mice mengaku bahwa dirinya kini telah menggarap beberapa animasi yang berdurasi selama 1 hingga 1,5 menit, dan juga menayangkan komiknya di platform komik digital. Tidak hanya itu, kini Mice juga tengah menggarap gim bernama “Mencari Mice”. Gim ini akan mengharuskan pemain untuk mencari karakter Mice diantara kumpulan karakter orang Jakarta.

Sementara itu, melihat banyak komikus yang kini bersinar melalui media sosial seperti Instagram, turut membuat saya semakin bertanya mampukah hal tersebut dijadikan sebuah profesi.

“Untuk sementara ini bisa karena sudah terdapat beberapa teman yang menghasilkan uang dari Instagram seperti Tahilalats dan Masdimboy. Mereka semua bisa hidup dari profesi sebagai komikus,” kata Mice.

Sayangnya, Mice juga belum begitu yakin hingga kapan hal tersebut terjadi. Pasalnya, dirinya lebih percaya bahwa buku dan pembaca buku akan terus abadi. Keyakinan tersebut juga ditambah dengan saat ini yang secara terus-menerus muncul para komikus baru.

Tips menjadi komikus ala Mice

Di akhir wawancara, Mice membagikan tips untuk para komikus muda yang baru memulai karier sebagai komikus. Hal pertama yang dibutuhkan yakni passion karena baginya menjadi komikus harus secara totalitas agar tidak gagal di tengah jalan. Selain itu, juga harus menceritakan kisah yang bisa mewakili banyak orang dan jangan pernah takut untuk kehabisan bahan cerita.

“Yang pertama itu passion karena kalau terjun ke dunia baru jangan setengah-setengah, jadi jangan sampai putus di tengah jalan. Kemudian berceritalah tentang hajat orang banyak karena Indonesia ini sangat dinamis, sehingga banyak bahan untuk dibuat cerita. Jadi, jangan pernah takut akan kehabisan cerita,” kata Mice.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: