×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

Kaspersky Ingatkan Bahaya Interaksi Berlebihan dengan AI, Berdampak pada Mental dan Keamanan Pengguna

Oleh: Tek ID - Kamis, 26 Maret 2026 17:38

Kaspersky ungkap risiko interaksi AI, dari ancaman mental hingga kebocoran data, dan bagikan tips aman gunakan chatbot.

Kaspersky Ingatkan Bahaya Interaksi Berlebihan dengan AI Ilustrasi berinteraksi dengan chatbot AI. dok, freepik

Kaspersky kembali mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada dalam berinteraksi dengan teknologi kecerdasan buatan (AI), menyusul temuan terbaru yang menunjukkan potensi risiko serius terhadap kesehatan mental hingga keamanan data pengguna.

Dalam laporan terbarunya, Kaspersky menyoroti penggunaan AI tanpa pengawasan tidak hanya berisiko pada aspek privasi dan keamanan siber, tetapi juga dapat berdampak pada kondisi psikologis pengguna. 

Salah satu kasus yang menjadi perhatian adalah seorang pria di Florida, Amerika Serikat yang mengakhiri hidupnya setelah berinteraksi intens dengan chatbot berbasis AI selama dua bulan.

Kasus tersebut menjadi pengingat bahwa interaksi dengan AI, terutama yang berbasis suara dan memiliki kemampuan respons emosional, dapat menciptakan ilusi kedekatan yang berbahaya. 

Teknologi seperti dialog afektif memungkinkan AI merespons emosi pengguna secara sangat realistis, bahkan meniru nada suara dan ekspresi empati, sehingga sulit dibedakan dengan interaksi manusia.

Fenomena ini berpotensi memperlemah batas psikologis antara manusia dan mesin. Dalam beberapa kasus, pengguna dapat membangun keterikatan emosional yang kuat terhadap chatbot, terutama ketika AI digunakan sebagai tempat mencari dukungan emosional.

Penelitian juga menunjukkan chatbot AI kerap melanggar standar etika kesehatan mental, seperti memberikan empati semu atau bahkan memperkuat keyakinan negatif pengguna. Meskipun dampaknya tidak selalu signifikan, dalam kondisi tertentu hal ini dapat memicu konsekuensi serius.

Kaspersky mencatat, meski persentase pengguna yang terdampak relatif kecil, skalanya tetap besar jika dilihat dari jumlah pengguna global. Bahkan, sebagian pengguna menunjukkan gejala seperti keterikatan emosional berlebihan hingga indikasi gangguan psikologis akibat interaksi intens dengan AI.

Selain risiko mental, aspek keamanan data juga menjadi perhatian. AI dapat mengumpulkan dan memproses berbagai informasi sensitif yang dibagikan pengguna, sehingga berpotensi membuka celah kebocoran data jika tidak digunakan secara bijak.

Melihat kondisi tersebut, Kaspersky menekankan pentingnya menjaga batas dalam penggunaan AI. Teknologi ini seharusnya diposisikan sebagai alat bantu, bukan pengganti interaksi manusia atau solusi utama untuk masalah emosional.

Pengguna juga diimbau untuk tetap kritis terhadap setiap respons AI, menghindari membagikan data pribadi, serta membatasi waktu interaksi agar tidak menggantikan hubungan sosial di dunia nyata.

Kaspersky menegaskan meskipun teknologi AI terus berkembang dan semakin canggih, kesadaran pengguna tetap menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko.

Pada akhirnya, AI hanyalah alat yang dirancang untuk membantu manusia, bukan entitas yang memiliki kesadaran, emosi, atau tanggung jawab terhadap keputusan yang diambil penggunanya.

×
back to top