×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

Cloudera Jawab Tantangan Data AI dengan Teknologi Zero-Copy Connector, Data Sensitif Makin Aman

Oleh: Tek ID - Minggu, 10 Mei 2026 13:50

Cloudera dan ServiceNow meluncurkan teknologi zero-copy AI untuk jalankan AI real-time tanpa memindahkan data sensitif.

Cloudera Jawab Tantangan Data AI dengan Zero-Copy Connector Ilustrasi operasional Cloudera. dok. Cloudera

Cloudera meluncurkan Workflow Data Fabric Zero Copy Connector for ServiceNow, sebuah integrasi baru yang memungkinkan perusahaan menjalankan kecerdasan buatan (AI) otonom secara real-time tanpa perlu memindahkan atau menduplikasi data sensitif. 

Teknologi ini diklaim mampu mempercepat implementasi AI sekaligus menjaga keamanan dan kepatuhan regulasi di lingkungan hybrid.

Peluncuran solusi tersebut menjadi respons atas tantangan besar yang masih dihadapi banyak organisasi dalam mengoperasionalkan AI. 

Meski investasi AI terus meningkat, sebagian besar perusahaan masih kesulitan mengakses dan mengelola data yang tersebar di berbagai sistem terfragmentasi.

Cloudera mengungkap hampir delapan dari sepuluh organisasi mengaku inisiatif AI mereka terhambat akibat akses data yang tidak lengkap. 

Kondisi ini mendorong kebutuhan akan arsitektur baru yang memungkinkan AI bekerja langsung di lokasi data berada, tanpa harus memindahkan data ke sistem lain.

Melalui konektor zero-copy tersebut, perusahaan dapat melakukan kueri data secara langsung di sumbernya. Pendekatan ini menghilangkan kebutuhan pipeline perpindahan data yang selama ini dinilai mahal dan berisiko terhadap keamanan informasi sensitif seperti data pribadi, kesehatan, maupun finansial.

Chief Product Officer Cloudera Leo Brunnick mengatakan keterlacakan dan tata kelola menjadi faktor penting ketika AI mulai diterapkan dalam operasional bisnis skala besar.

“Perusahaan tidak dapat mengembangkan AI otonom tanpa mampu membuktikan mengapa keputusan dibuat. Tanpa keterlacakan ini, organisasi tidak dapat menerapkan agen AI dengan aman atau memenuhi tuntutan regulasi,” ujar Brunnick.

Menurut dia, kebutuhan tersebut semakin penting bagi para Chief Information Security Officer (CISO), Chief Data Officer (CDO), hingga Chief AI Officer yang kini harus memastikan aspek risiko, keamanan, dan kepatuhan berjalan seiring dengan implementasi AI.

Country Manager Indonesia Cloudera Sherlie Karnidta mengatakan teknologi ini relevan dengan kebutuhan perusahaan di Indonesia yang kini menghadapi tuntutan kepatuhan ketat terhadap Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi atau UU PDP.

“Integrasi ini memastikan setiap tindakan berbasis AI dapat diaudit sepenuhnya sementara data sensitif tetap aman di tempatnya,” kata Sherlie.

Ia menambahkan, kombinasi antara Cloudera Shared Data Experience (SDX) dan AI Control Tower milik ServiceNow memungkinkan perusahaan menjalankan private AI dengan perpindahan data minimal, tanpa mengorbankan transparansi dan kontrol keamanan.

Di sisi lain, Vice President Data & Analytics Product Ecosystem ServiceNow Pramod Mahadevan menyebut integrasi tersebut membantu memecah silo data yang selama ini menjadi hambatan dalam otomatisasi dan workflow cerdas berbasis AI.

“Dengan memanfaatkan insight berkualitas tinggi, kami dapat mendorong otomatisasi dan workflow cerdas yang membantu organisasi menyelesaikan masalah dengan lebih cepat dan efisien,” ujar Pramod Mahadevan.

Kolaborasi ini merupakan kelanjutan dari kemitraan Cloudera dan ServiceNow yang telah terjalin sejak 2025. 

Cloudera mengklaim solusi terbaru tersebut menjadi konektor pertama di pasar yang menghadirkan tata kelola AI hybrid-native dengan pendekatan true zero-copy terintegrasi langsung dengan ServiceNow.

×
back to top