SUSE Perkuat Ekosistem Open Source dan Sovereign AI Lewat Inovasi Baru di SUSECON 2026
SUSE memperkenalkan inovasi AI open source dan kemitraan strategis di SUSECON 2026 untuk mendukung Sovereign AI perusahaan.
SUSECON 2026. dok. SUSE
SUSE memperkuat posisinya sebagai pemimpin solusi open source perusahaan melalui serangkaian inovasi produk dan kemitraan strategis yang diumumkan dalam ajang SUSECON 2026 di Praha, Republik Ceko.
Fokus utama SUSE kali ini adalah membantu organisasi membangun dan mengembangkan Sovereign AI dengan tetap menjaga kontrol data, keamanan, serta fleksibilitas infrastruktur di tengah kompleksitas regulasi global.
Dalam konferensi tahunan tersebut, SUSE menegaskan komitmennya menghadirkan kebebasan bagi perusahaan untuk mengelola infrastruktur TI tanpa terjebak ketergantungan pada satu vendor teknologi.
CEO SUSE Dirk-Peter van Leeuwen mengatakan berbagai inovasi dan kolaborasi terbaru yang diperkenalkan perusahaan menjadi bagian dari visi jangka panjang untuk menyederhanakan infrastruktur modern berbasis open source.
- Studi Harvard Ungkap AI Lebih Akurat dari Dokter di Diagnosis Awal IGD, Tapi Belum Siap Gantikan Manusia
- Kolaborasi F5 dan NVIDIA Dorong Efisiensi AI Factory, Pangkas Biaya dan Percepat Inferensi
- OpenAI Hadirkan Hewan Peliharaan Digital di Codex, Bikin Aktivitas Coding Lebih Interaktif
- Semangat Kartini di Era AI, Cerita Perempuan Hebat Jadi Motor Transformasi Digital
“Deretan kemitraan dan inovasi produk di SUSECON tahun ini menegaskan kembali komitmen kami terhadap open source dan visi untuk membantu pelanggan menghilangkan hambatan guna menghindari ketergantungan pada satu vendor,” ujarnya.
Salah satu pengumuman utama dalam SUSECON 2026 adalah peluncuran SUSE AI Factory bersama NVIDIA.
Platform ini dirancang sebagai tumpukan perangkat lunak terpadu untuk mendukung pengembangan AI perusahaan dalam skala besar, mulai dari pusat data hingga edge computing.
Melalui solusi tersebut, perusahaan dapat membangun, menerapkan, hingga mengelola aplikasi AI secara lebih aman dan konsisten, sekaligus menjaga kedaulatan data dan keamanan sistem berbasis zero-trust.
SUSE menyebut platform ini memungkinkan organisasi memanfaatkan teknologi AI terbaru dari NVIDIA tanpa harus mengorbankan kontrol atas data sensitif maupun logika bisnis internal mereka.
Selain menggandeng NVIDIA, SUSE juga membangun ekosistem AI berbasis agen melalui integrasi dengan sejumlah platform seperti Amazon Quick, Fsas Technologies, n8n, dan Revenium.
Kolaborasi tersebut ditujukan untuk menghadirkan fondasi infrastruktur AI yang aman, fleksibel, dan bebas vendor di berbagai lingkungan Linux maupun Kubernetes.
Melalui pendekatan ini, SUSE ingin membantu perusahaan mengubah sistem TI tradisional menjadi infrastruktur yang mampu melakukan optimasi otomatis (self-optimizing systems) tanpa mengorbankan tata kelola dan keamanan perusahaan.
Dalam kesempatan yang sama, SUSE juga merilis hasil riset global tahun 2026 yang menemukan adanya “kesenjangan kedaulatan” dalam transformasi digital perusahaan.
Riset tersebut menunjukkan sebanyak 98 persen perusahaan telah menjadikan kedaulatan digital sebagai prioritas strategis, namun hanya 52 persen yang benar-benar memasuki tahap implementasi nyata.
Temuan ini memperlihatkan bahwa banyak organisasi masih menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan percepatan inovasi AI dengan kebutuhan kontrol data dan kepatuhan regulasi.
SUSE turut mengumumkan kemitraan dengan Cloudbase Solutions untuk menghadirkan integrasi alat migrasi Coriolis®.
Solusi ini memungkinkan perusahaan memindahkan beban kerja virtual dari VMware maupun cloud publik ke SUSE Virtualization tanpa downtime.
Teknologi tersebut juga mendukung lingkungan SAP kritis dan memungkinkan pengelolaan mesin virtual serta kontainer dalam satu platform terpadu.









