YouTube hadirkan persyaratan baru untuk verifikasi channel

YouTube meluncurkan persyaratan baru verifikasi channel, dengan membuatnya lebih sulit untuk mendapatkan lencana verifikasi.

YouTube hadirkan persyaratan baru untuk verifikasi channel Source: TechSpot

Kini YouTube menghadirkan persyaratan terbaru pada program verifikasi, yang membuat kreator lebih sulit untuk mendapatkan tanda centang di samping nama channel mereka. Dilansir dari Variety (19/9), pembaruan ini kabarnya akan datang pada bulan Oktober 2019 nanti. YouTube hanya akan memverifikasi channel terkemuka yang memiliki tujuan jelas dalam penggunaan verifikasi. 

Manajer produk YouTube, Jonathan McPhie, menambahkan bahwa kebijakan verifikasi YouTube sebelumnya, memang dirancang saat platform tersebut belum sebesar sekarang. Namun karena YouTube telah tumbuh dan ekosistemnya menjadi lebih kompleks, maka mereka juga membutuhkan cara baru untuk verifikasi channel pengguna. 


berita tentang tek.id

BACA JUGA

YouTube Music gantikan Play Music di Android 10

YouTube terapkan sistem pencarian komentar baru

Beberapa channel YouTuber terkenal diretas hacker


Oh iya, pembaruan juga memungkinkan YouTube dapat menghapus lencana verifikasi dari orang-orang yang tidak memenuhi kriteria yang ditentukan nantinya. Pengguna tersebut kabarnya juga akan dapat mengajukan banding atas keputusan tersebut. 

Sementara untuk mendapatkan verifikasi, ini akan mencakup beberapa faktor. Termasuk memastikan apakah channel benar-benar dimiliki kreator, artis, tokoh masyarakat, atau mewakili perusahaan terkenal atau sangat dicari. YouTube juga menganjurkan channel menggunakan nama yang unik, menggunakan gambar berkualitas tinggi untuk ikon channel, dan menyesuaikan seni channel serta tata letak untuk tampilan yang dipersonalisasi. 

Menyusul pembaruan tersebut, kabarnya sejumlah kreator konten YouTube telah mengeluh pada platform Twitter. Diketahui kreator YouTube yang telah kehilangan verifikasi akun yakni Life With MaK, Kiwiz, Black Nerd Comedy, MacDoesIt, Strawburry17, dan Jamie Pine.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: