Tiongkok akhirnya buat mata uang digital sendiri

Setelah menolak kehadiran bitcoin, Tiongkok akhirnya mengatakan bahwa mata uang digital buatannya sudah siap untuk digunakan.

Tiongkok akhirnya buat mata uang digital sendiri Source: Pexels

Dua tahun lalu, Tiongkok melarang transaksi menggunakan bitcoin di negaranya. Alasannya, mata uang digital akan menimbulkan ketidakstabilan perekonomian ekonomi di negara tersebut. Masalahnya, warga Tiongkok cenderung menjual Yuan untuk membeli mata uang bitcoin. Langkah ini juga dipandang sebagai perilaku kontrol ekonomi Tiongkok. 

Dilansir dari Engadget (12/8), berkaitan dengan itu, Tiongkok akhirnya siap merilis mata uang digital buatannya sendiri. Bank Rakyat Tingkok baru saja mengungkapkan bahwa mata uang digital ini sudah siap untuk digunakan setelah proses pengembangan selama lima tahun. Namun, konsepnya tidak akan seperti cryptocurrency seperti pada umumnya 


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Tiongkok akan punya mata uang crypto sendiri

Bisakah mata uang Facebook jadi alat pembayaran sah?

Facebook siapkan cryptocurrency yang bisa untuk gaji karyawan


Menurut Kepala Deputi Bank Rakyat Tiongkok, Mu Changchun, mata uang digital ini akan menggunakan struktur yang lebih kompleks. Mata uang itu akan memiliki dasar pada dua tingkatan terpisah. Bank Rakyat Tiongkok berada di tingkatan atas dan bank komersial lain akan ada di bawahnya. Hal ini diatur untuk membantu menangani besarnya ekonomi dan populasi Tiongkok. Tak cuma itu, mata uang digital milik Tiongkok ini tidak bergantung pada teknologi blockchain sebagaimana umumnya mata uang digital. 

Untuk diketahui, Tiongkok memiliki motivasi untuk meluncurkan format moneter itu dengan lebih cepat. Seperti penjelasan sebelumnya, negara ini berpendapat bahwa mata uang digital menciptakan kekacauan dengan spekulasi bahwa warga negaranya menjual mata uang reguler dan membeli jenis virtual. 

Pendekatan jenis ini dipandang akan menciptakan stabilitas. Dengan meluncurkan mata uang digital sendiri, pemerintah Tiongkok pun lebih leluasa dalam mengontrol peredarannya. Sayangnya, pemerintah negeri tersebut tidak menyebutkan secara pasti kapan mata uang digital ini dapat digunakan secara massal. 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: