sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id qnap
Selasa, 21 Jan 2020 12:37 WIB

Tesla angkat bicara seputar tuduhan mobilnya lakukan akselerasi tiba-tiba

Tesla mengatakan selalu transparan dengan NHTSA, dalam setiap kasus mereka memiliki data kendaraan, dan juga dapat mengkonfirmasi bahwa mobil dioperasikan sesuai rancangan.

Tesla angkat bicara seputar tuduhan mobilnya lakukan akselerasi tiba-tiba
Source: Tesla

Tesla akhirnya angkat bicara seputar petisi dari 127 pemilik mobilnya yang menuduh mengalami akselerasi secara tiba-tiba. Perusahaan tersebut menyangkal bahwa beberapa produk mobil listriknya mengalami gangguan tersebut. Dilansir dari Digital Trends (21/1), mobil yang mengalami itu adalah Model S, Model X, dan Model 3. Petisi itu kini sedang dievaluasi oleh Administrasi Keselamatan lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA).

Perusahaan yang dipegang oleh Elon Musk tersebut menyatakan bahwa tidak ada gangguan akselerasi mendadak di mobil Tesla, dan menggambarkan petisi itu sebagai “sepenuhnya keliru”. Tesla mengatakan selalu transparan dengan NHTSA, mereka menambahkan bahwa dalam setiap kasus mereka memiliki data kendaraan, mereka juga dapat mengkonfirmasi bahwa mobil dioperasikan sesuai rancangan. Dengan kata lain, mobil berakselerasi ketika pengemudi menginjak pedal yang sesuai, dan melambat ketika menginjak rem.

Aksi akselerasi yang tidak disengaja adalah kesalahan mengemudi yang terdokumentasi dengan baik. Di Jepang misalnya, masalah ini mendapat banyak perhatian setelah serangkaian kecelakaan yang disebabkan oleh manusia, dengan sebagian besar kasus melibatkan pengemudi lansia. Alas yang bergeser juga bisa menjadi penyebab pedal gas tertekan, masalah yang mendorong Toyota untuk menarik kembali beberapa juta kendaraan pada tahun 2009.

Pemilik Tesla yang menandatangani petisi telah meminta NHTSA untuk menarik kembali 500.000 mobil yang diproduksi antara 2012 dan 2019, yang mencakup sebagian besar kendaraan yang diproduksi Tesla hingga saat ini.

Seperti yang dicatat oleh Consumer Reports, salah satu klaim petisi hadir oleh seorang warga Henderson, Nevada. Salah satu insiden yang diduga terjadi ketika ia sedang memakirkan Model S, lalu kendaraan dilaporkan mengalami akselerasi tidak terkendali. Ini menyebabkan kecelakaan yang mengakibatkan kerusakan tulang rusuk dan kerusahan propersi sebilai USD180.000 (Rp2,5 miliar).

Apa pun penyebab sebenarnya dari akselerasi yang tidak terduga, Tesla akan berusaha untuk menyelesaikan masalah ini sesegera mungkin. Namun NHTSA sejauh ini tidak merencanakan untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Share
×
tekid
back to top