Sebentar lagi warganet bisa belanja langsung di YouTube

mengklik iklan yang ada di tautan YouTube akan membawa kamu ke pasar Google Express untuk menyelesaikan pembelian.

Sebentar lagi warganet bisa belanja langsung di YouTube Source: Pexels

Google kabarnya tengah menggulirkan pengujian baru. Mereka menampilkan rekomendasi produk beserta harganya pada platform YouTube. Hal ini memberi isyarat mereka berupaya mencari lebih banyak opsi untuk meningkatkan keuntungan, sebagaimana dilaporkan oleh The Information.

Tampaknya beberapa iklan percobaan muncul di bawah video Nike. Dilansir dari Engadget (4/5), mengklik iklan tersebut akan membawa pengguna ke pasar Google Express untuk menyelesaikan pembelian. Sudah semakin banyak pengecer bergabung dengan platform Express ini. Awal tahun ini Google mulai menguji iklan yang dapat dibeli dalam hasil pencarian gambar di web mereka. Perusahaan tersebut dikatakan menggunakan fitur-fitur ini untuk meningkatkan bisnis pembelanjaannya.


BACA JUGA

YouTube dan UMG bakal restorasi 1000 video musik

Komentar di Youtube kini tersembunyi di tab khusus

Berkat AR, pengguna bisa coba lipstik virtual di Youtube


Perusahaan induk Google, Alphabet, pekan ini melaporkan bahwa pendapatan untuk produk-produk fisik seperti Pixel dan smart speaker memiliki peluang untuk tumbuh. Hal ini juga didorong oleh persaingan bisnis iklan antara Google dengan Amazon yang sedang tumbuh. Ini memaksa Google berfokus pada aliran pendapatan lain karena iklan merupakan sumber utama pendapatannya.

Google mengambil potongan dari barang-barang yang dijual melalui Express, meski pendapatan tersebut tidak berarti jika dibandingkan dengan pendapatan ritel Amazon. Kendati begitu, Express katanya telah menarik keuntungan di bawah USD1 miliar pada 2018, sementara ritel Amazon menghasilkan sekitar USD141 miliar pada tahun lalu.

YouTube telah mencoba beberapa inisiatif penjualan serupa. Tahun lalu, mereka memungkinkan kreator menambahkan tautan ke barang dagangan di bawah video. Sehingga kemungkinan itu merupakan cikal bakal dari langkah terbaru ini. Namun, Google harus melangkah secara hati-hati dalam e-commerce. Pada 2017 lalu otoritas antimonopoli Uni Eropa mendenda mereka sebesar USD2,7 miliar karena mengedepankan produknya sendiri dalam hasil pencarian Google.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: