Nvidia Luncurkan RTX Spark, Chip AI yang Bisa Ubah Fungsi Laptop dan PC
Teknologi ini memungkinkan perangkat menjalankan berbagai fungsi AI secara mandiri tanpa harus selalu bergantung pada layanan cloud.
Nvidia RTX Spark. dok. Nvidia
Nvidia memperkenalkan chip terbaru bernama RTX Spark yang dirancang untuk menghadirkan kemampuan kecerdasan buatan (AI) langsung ke laptop dan komputer desktop.
Teknologi ini memungkinkan perangkat menjalankan berbagai fungsi AI secara mandiri tanpa harus selalu bergantung pada layanan cloud.
Peluncuran chip tersebut diumumkan CEO Nvidia Jensen Huang dalam ajang Nvidia GTC yang berlangsung di Taipei, Taiwan.
Menurut Huang, inovasi ini menjadi langkah besar dalam evolusi komputer pribadi yang selama beberapa dekade tidak mengalami perubahan mendasar.
- NVIDIA Gandeng Uber dan Perusahaan Otomotif Besar Kembangkan Mobil Tanpa Sopir Mulai 2027
- Amankan Rantai Pasok Global, NVIDIA Mulai Produksi Chip Wafer Blackwell di AS
- Elon Musk Terima Superkomputer AI Mini Terbaru Langsung dari Tangan Bos NVidia di Markas SpaceX
- Jejak Investasi Nvidia di Bidang AI, dari OpenAI hingga Robot Humanoid
“Ini akan menjadi PC generasi baru,” ujar Huang saat memperkenalkan RTX Spark, dikutip dari Aljazeera, Selasa (2/6/2026).
RTX Spark menggabungkan kemampuan CPU (Central Processing Unit) dan GPU (Graphics Processing Unit) dalam satu chip sehingga mampu menjalankan model AI berukuran besar secara lokal di perangkat tanpa harus selalu terhubung ke pusat data atau layanan cloud.
Menurut Nvidia, kehadiran chip baru ini akan membuka jalan bagi lahirnya komputer berbasis AI yang lebih personal.
Pengguna nantinya dapat berinteraksi dengan asisten AI yang mampu memahami kebiasaan, membantu pekerjaan, hingga menjalankan berbagai perintah secara langsung dari perangkat.
Analis Omdia, Lian Jye Su menilai langkah Nvidia akan memberikan lebih banyak pilihan bagi konsumen di tengah meningkatnya kebutuhan terhadap asisten AI pribadi.
Sementara itu, analis Counterpoint Research, Neil Shah menyebut teknologi tersebut berpotensi mengubah wajah industri komputer dalam satu dekade mendatang dengan menghadirkan "superkomputer AI" di setiap rumah.
Selain, itu Microsoft juga menyebut perangkat berbasis RTX Spark akan mendukung model AI yang lebih canggih dan mampu menjalankan agen AI langsung di perangkat.
Kemampuan ini dinilai dapat meningkatkan privasi pengguna karena pemrosesan data dilakukan secara lokal tanpa harus mengirim seluruh informasi ke server eksternal.
Meski demikian, adopsi PC berbasis AI masih menghadapi tantangan. Sejumlah produsen mencatat respons pasar yang beragam, sementara isu privasi dan kebutuhan nyata pengguna terhadap asisten AI masih menjadi perhatian.
Selain memperkenalkan RTX Spark, Nvidia juga mengumumkan prosesor pusat data terbaru Vera CPU yang telah memasuki tahap produksi massal serta desain referensi robot humanoid untuk kebutuhan riset dan pendidikan.









