Pengenal wajah Facebook kini dimatikan secara default

Facebook kini menawarkan fitur pengenal wajah bagi semua pengguna. Namun pengguna bisa menonaktifkan fitur tersebut melalui pengaturan.

Pengenal wajah Facebook kini dimatikan secara default (Foto: ACS)

Facebook kini menawarkan fitur pengenal wajah bagi semua pengguna. Namun pengguna bisa menonaktifkan fitur tersebut melalui pengaturan. Secara default, fitur itu dimatikan oleh perusahaan dan bisa diaktifkan oleh pengguna kapan saja.

Dalam posting-annya, Facebook mengatakan fitur pengenal wajah akan dimatikan untuk semua pengguna baru, kecuali mereka memilih untuk mengaktifkannya. Pengguna yang sudah lama menggunakan Facebook pun bisa mengaktifkannya melalui pengaturan. Dengan kata lain, pengenal wajah di Facebook tak akan digunakan secara default untuk mengenali pengguna pada foto atau video, maupun menyarankan teman memberikan tag di konten terkait.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Facebook kembangkan cara lindungi anak-anak dari predator di platformnya

Studi: Ratusan penjual di Indonesia mulai bisnis dari Facebook

Facebook Indonesia Summit 2019 jadi ajang kumpul komunitas Facebook


Fitur pengenal wajah sebenarnya telah hadir di Facebook pada akhir 2017. Namun kini fitur itu bisa digunakan oleh semua pengguna. Raksasa teknologi itu mengatakan, pengguna yang belum memiliki fitur pengenal wajah akan segera menerima pemberitahuan disertai opsi untuk menonaktifkan atau menghidupkannya.

Dilansir CNN (5/9), Facebook bergantung pada pengenal wajah untuk mengirimkan peringatan kepada pengguna ketika wajah mereka terdeteksi dalam foto yang di-posting oleh temannya, baik saat pengguna di tandai atau tidak. Hal ini berguna untuk mencegah orang lain mencoba menggunakan foto seseorang sebagai foto profilnya.

Facebook juga menawarkan fitur "tag suggestions" yang menggunakan teknologi pengenal wajah untuk secara otomatis menyarankan pengguna menandai temannya dalam foto yang diunggah. Namun kini perusahaan memutuskan untuk menghentikan fitur tersebut.

Keputusan mengubah pengaturan ini hadir di tengah meningkatnya keresahan terkait teknologi pengenal wajah yang digunakan di rumah, sekolah bahkan konser, untuk mengidentifikasi orang. Departemen kepolisian misalnya menggunakan teknologi itu untuk menganalisa bukti berupa video atau foto. Seiring waktu, teknologi ini pun digunakan di berbagai media sosial.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: