Pengamat: jangan telepon balik miss call nomor luar negeri
Fenomena miss call dari nomor luar negeri atau disebut Wangiri tengah menjadi perbincangan banyak kalangan.
(Foto: CBC)
Fenomena miss call dari nomor luar negeri atau disebut Wangiri tengah menjadi perbincangan banyak kalangan. Pasalnya, hal tersebut dinilai mengganggu.
Pelaku miss call nomor luar negeri itu sendiri ditengarai bersumber dari Kongo. Akibat fenomena Wangiri itu, banyak netizen yang mengadu di Twitter dan meminta penangan dari operator seluler mereka. Dari screenshot yang disertakan netizen, hampir semua operator seluler Tanah Air mengalami masalah yang sama.
Pengamat Telekomunikasi Heru Sutadi menjelaskan bahwa pelaku Wangiri menggunakan mesin yang ditujukan ke operator seluler dengan keamanan yang lemah. Ini menjadikan pelaku cukup mudah dalam melangsungkan aksinya.
"Itu call back scam. (Asalnya) ditengarai dari Kongo. Mereka missed call pakai mesin ke operator yang keamanannya lemah," kata Heru kepada Tek.id.
- APJATEL Kenalkan Model OVC, Solusi Infrastruktur Telekomunikasi Nasional Lebih Efisien hingga 60%
- XLSMART Luncurkan XL Ultra 5G+, Jaringan 5G Nasional Pertama dengan Blanket Coverage di Indonesia
- ZTE dan XLSMART Cetak Tonggak Baru Tuntaskan 20.000 Site MOCN dalam 8 Bulan
- Industri dan Pemerintah Cari Solusi Sinkronisasi Aturan Daerah demi Percepatan Infrastruktur Telekomunikasi
Untuk diketahui, pelaku melakukan miss call dengan harapan korban menghubungi kembali. Namun jika korban menelepon balik, dia akan dikenakan tagihan biaya telepon internasional yang tentunya mahal.
Tagihan tersebut kemudian akan masuk ke dompet pelaku. Heru lantas menyarankan masyarakat di Indonesia untuk tidak menelepon balik nomor luar negeri yang tak dikenal itu.
"Jangan di telepon balik karena akan kena tarif internasional yang mahal," ujarnya.
Menyadari masalah itu, Heru menyarankan agar operator seluler memblokir nomor luar negeri terkait demi menjaga kenyamanan pelanggan. "Operator wajib memblok nomor-nomor tersebut agar pengguna tidak dirugikan," ujarnya.









