Wangiri, miss call dari nomor luar negeri yang bikin heboh
Masyarakat di Indonesia baru-baru ini dihebohkan dengan munculnya panggilan dari nomor luar negeri.
(Foto: Google Play)
Masyarakat di Indonesia baru-baru ini dihebohkan dengan munculnya panggilan dari nomor luar negeri. Sang penelepon bahkan tak dikenali oleh pemilik ponsel. Anehnya, nomor luar negeri yang terlihat dari kode negaranya itu hanya beraksi dengan cara melakukan missed call.
Pelaku mengharapkan penerima telepon untuk menghubunginya kembali. Namun tentunya, Anda akan dibebankan dengan tarif telepon luar negeri yang lebih mahal ketimbang domestik. Biaya tersebut kemudian akan masuk ke kantong sang pelaku penipuan.
Maraknya fenomena yang disebut Wangiri ini membuat banyak pengguna mengadu di Twitter. Salah satu pengguna dengan akun @ashfinzul dan @verry_marshal mengaku mendapat telepon dari nomor asal Kongo dan Rusia. Dia juga me-mention operator seluler yang dia gunakan agar mendapat tindak lanjut.
- APJATEL Kenalkan Model OVC, Solusi Infrastruktur Telekomunikasi Nasional Lebih Efisien hingga 60%
- XLSMART Luncurkan XL Ultra 5G+, Jaringan 5G Nasional Pertama dengan Blanket Coverage di Indonesia
- ZTE dan XLSMART Cetak Tonggak Baru Tuntaskan 20.000 Site MOCN dalam 8 Bulan
- Industri dan Pemerintah Cari Solusi Sinkronisasi Aturan Daerah demi Percepatan Infrastruktur Telekomunikasi
Halo @myXL @myXLCare , mau menginformasikan adanya panggilan aneh dari nomor asing (cek lampiran). Harapannya utk ditindaklanjuti sbg tindak antisipasi. Terima kasih cc: @kemkominfo @aduanBRTI pic.twitter.com/VVw1HH0kfl — ZNA (@ashfinzul) 31 Maret 2018
Info yg lagi rame nih telpon misscall dari luar modus penarikan pulsa.... tolong ditindak lanjuti dari pihak @Telkomsel pic.twitter.com/0kL8lnOUeO — verry marshal (@verry_marshal) 2 April 2018
Fenomena Wangiri sendiri memang bukan kali pertama terjadi. Fenomena ini juga terjadi di berbagai negara di mana pemilik ponsel mengaku mendapatkan telepon dari nomor luar negeri yang belum pernah mereka kenal sebelumnya.
Wangiri merupakan scam atau penipuan dimana pelaku menginginkan uang dari korbannya. Pelaku juga menggunakan line premium yang serupa dengan yang digunakan hotline psikis yang dapat berakibat sang korban kehabisan uang.
Menurut ScamWatch ACCC, warga Australia telah kehilangan lebih dari USD48,000 atau sekitar Rp660 juta akibat panggilan penipuan layanan premium dalam satu tahun terakhir. Penipuan ini juga menggunakan cara tertentu untuk mendapatkan pundi dana dari biaya yang dikenakan untuk menelepon line premium.
"Ada struktur penagihan yang rumit, tetapi orang-orang dikenakan biaya lebih ketika mereka berkomunikasi melalui nomor-nomor ini dan uang kembali ke penipu," kata Australian Competition and Consumer Commission’s deputy chair, Delia Rickard kepada ABC.
Jika Anda mendapati panggilan dari nomor luar negeri dan tak Anda kenali, baiknya Anda mengabaikan panggilan tersebut dan jangan menelepon balik. Lebih lanjut, Anda dapat memblokir nomor itu demi mencegah dampak lainnya.









