Pedagang di seluruh dunia ramai-ramai tolak ponsel Huawei di tokonya

Belum selesai penderitaan Huawei, kini sejumlah pedagang di beberapa negara mulai menolak membeli atau menjual ponsel Huawei di tokonya.

Pedagang di seluruh dunia ramai-ramai tolak ponsel Huawei di tokonya Source: Shutterstock

Keadaan Huawei makin terjepit setelah AS melarang perusahaan dari negaranya untuk memasok komponen dan teknologi ke Huawei. Buntutnya, sejumlah pedagang ponsel di kawasan Asia mulai menolak menjual ponsel Huawei di toko mereka. Pasalnya konsumen mulai khawatir dengan keadaan Huawei saat ini.

Untuk diketahui, beberapa hari lalu Google memutuskan untuk menghentikan lisensi Android untuk Huawei. Ini merupakan salah satu pukulan telak bagi Huawei. Lini smartphone merupakan lini andalan penjualan Huawei saat ini. Bahkan perusahaan China itu berhasil menempati posisi kedua sebagai manufaktur smartphone terbesar setelah Samsung.


BACA JUGA

Huawei perkirakan akan mengalami penurunan pendapatan hingga 2020

Huawei diisukan akan gunakan Sailfish OS

Huawei tunda rilis Mate X ke pasar


Hilangnya dukungan dari Google membuat Huawei tidak lagi memiliki hak untuk mengakses Android ke smartphone-nya. Hal itu juga berlaku untuk layanan Google lainnya seperti, Chrome, Gmail, YouTube bahkan Google Play Store. Untuk saat ini, Huawei masih mendapat waktu tiga bulan untuk memelihara ponsel eksisting sebelum akhirnya lisensi sementara itu dicabut total oleh pemerintah AS.

Tak hanya itu, beberapa manufaktur komponen seperti Intel, Qualcomm, Broadcom, Microsoft bahkan ARM juga menangguhkan bisnisnya dengan Huawei. Belum lagi operator telekomunikasi yang mulai menunda penjualan ponsel Huawei di negaranya. 

Berangkat dari hal ini, sejumlah konsumen pengguna Huawei merasa cemas. Dilansir dari Reuters (23/5), konsumen Huawei di Singapura dan FIlipina bergegas menjual ponsel Huawei mereka.

“Kalau kami membeli sesuatu yang tidak berguna, bagaimana kami akan menjualnya?” ujar Dylan On, seorang pedagang di Wanying Pte Ltd, Singapura.

Dylan juga menambahkan bahwa hal itu dilakukan bukan karena Huawei adalah produk yang buruk. Malahan menurutnya, Huawei merupakan produk yang sangat baik. Hanya saja, dampak kebijakan AS membuat orang enggan untuk membelinya.

Di Singapura, dalam satu hari biasanya ada sekitar lima orang yang menjual kembali ponsel Huawei mereka. Namun jumlahnya meningkat empat kali lipat dalam dua hari belakangan ini. Hal yang sama juga terjadi di toko online khusus pre-loved Carousell. Kabarnya di toko online itu penjualan ponsel Huawei bekas meningkat dua kali lipat dari biasanya. Meski begitu tidak disebutkan berapa banyak iklan penjualan yang ditayangkan di sana.

Bagaimana dengan negara lain?

Hal yang sama juga terjadi di negara lain di Asia Tenggara yakni, Filipina. Sejumlah pedagang di negara itu mulai menjauhkan diri dari produk-produk Huawei.

Sejumlah pedagang ponsel di Filipina mengatakan tak lagi menerima ponsel Huawei di tokonya. Mereka berpendapat bahwa tidak ada konsumen yang tertarik untuk membelinya saat ini. Menjual ponsel Huawei saat ini bagi mereka merupakan sebuah taruhan besar. Bahkan ada seorang pedagang yang bisa menarik nafas lega ketika berhasil menjual P30 Pro sebelum Google menghentikan lisensi Android untuk Huawei.

Kendati begitu, masih ada beberapa orang yang melihat hal ini sebagai kesempatan baik untuk memiliki ponsel Huawei, terutama karena tawaran kamera Leica di produk premium Huawei. Setidaknya demikian yang disampaikan oleh Xin Yi, mahasiswa dari Singapura.

“Reaksi saya adalah khawatir kalau ponsel Huawei saya akan tidak berharga. Namun Google mengatakan bahwa pengguna Huawei saat ini tidak akan terpengaruh...setelah itu, saya merasa lega” ujar Xin Yi, seperti dilaporkan Reuters.

Fenomena serupa juga bisa ditemukan di Inggris. Situs jual beli barang bekas asal Inggris, Music Magpie mengungkapkan bahwa pihaknya mendapati peningkatan besar dalam program tukar tambah Huawei selama 24 jam setelah Google memutuskan menangguhkan bisnis dengan Huawei. Situs itu melaporkan lonjakan sebesar 154 persen untuk ponsel Huawei. Bahkan pada Senin pukul 13.00 waktu setempat, perangkat Huawei terjual lebih banyak ketimbang merek lainnya.

GizmoChina (23/5) melaporkan hal itu juga terjadi di situs Amazon Spanyol. Menurut laporan yang dikutip dari ADSLZone, hanya dalam waktu 36 jam ada lebih dari 36.000 pesanan Huawei yang dibatalkan di situs web itu. Situs itu juga menangguhkan semua kampanye digital maupun ritel untuk Huawei P30 Pro di Spanyol.

Penjualan Huawei di toko lokal pun mengalami penurunan signifikan. Sebuah laporan menyebut terjadi penurunan sekitar 50 hingga 70 persen. Dilaporkan pula ada 15.000 perangkat Huawei yang dikembalikan ke Amazon selama beberapa hari terakhir.

Meski begitu, pemerintah AS masih memberikan lisensi sementara untuk Huawei selama 90 hari ke depan. Waktu itu akan digunakan untuk melayani pengguna eksisting Huawei. Bersamaan dengan itu, Huawei menyatakan sudah mengembangkan software ponsel sendiri. Kendati begitu, Huawei tetap tidak memiliki akses ke aplikasi populer milik Google. Pasalnya perusahaan itu hanya bisa menggunakan AOSP (Android Open Source Program).

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: