sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id realme
  • partner tek.id samsung
Rabu, 22 Jun 2022 15:26 WIB

Microsoft hapus AI pengenal wajah yang dapat deteksi emosi

Microsoft bakal menghapus alat pengenalan wajah yang dapat mendeteksi emosi demi mendorong penggunaan dan pengembangan AI yang lebih baik.

Microsoft hapus AI pengenal wajah yang dapat deteksi emosi
pixabay

Perusahaan Microsoft dilaporkan akan menghentikan aplikasi Face Recognition yang dapat memprediksi usia, jenis kelamin, rambut dan keadaan emosional seseorang. Ini merupakan langkah yang dibuat oleh perusahaan demi mendorong penggunaan sistem AI yang lebih bertanggung jawab. 

Microsoft mengungkap, pihaknya sangat menyadari reaksi yang meningkat terhadap alat pengenalan wajah tersebut. Sehingga mereka memutuskan untuk menutup proyek tersebut sebagai tanggapan dari perusahaan. 

“AI mengajukan pertanyaan privasi,” tambah Microsoft, dikutip dari Engadget (22/6). 

Lewat pertanyaan tersebut, alat Artificial Intelligence (AI) ini menawarkan kerangka kerja yang dapat menciptakan potensi diskriminasi dan pelanggaran hak asasi lainnya. Ini juga menyangkut tidak adanya konsensus yang jelas mengenai definisi emosi serta tidak ada kaitannya antara emosi dengan ekspresi. 

Berdasarkan laporan tersebut, pengguna masih dapat menggunakan alat pengenalan wajah otomatis ini hingga 30 Juni 2023. Namun, bagi yang baru menggunakan kerangka kerja pemrograman wajah saat ini, tidak akan mendapatkan akses ke fitur deteksi emosi lagi. 

Lebih lanjut, pihak perusahaan masih akan menggunakan teknologi AI Face Recognition ini ke dalam alat aksesibilitas yang lebih terkontrol. Termasuk ke sistem operasi dalam aplikasi Seeing AI yang digunakan oleh orang-orang dengan masalah penglihatan. 

Keputusan ini diumumkan oleh Microsoft bersamaan dengan pedoman kerangka kerja Standar AI yang bertanggung jawab bagi publik. Pedoman ini dihadirkan oleh perusahaan untuk membuat proses pengambilan keputusan mereka tetap fokus terhadap prinsip-prinsip seperti inklusi, privasi, dan transparansi.

Ini juga merupakan pembaruan besar yang menjanjikan lebih banyak keadilan dalam teknologi speech-to-text dengan kontrol yang lebih ketat dan mengesampingkan sistem pendeteksi emosi. 

Sebagai informasi, Microsoft bukanlah perusahaan pertama yang mengambil kebijakan untuk menutup sistem pengenalan wajah mereka. Sebelumnya, IBM juga memberhentikan proyek serupa karena khawatir alat tersebut berpotensi menghadirkan pelanggaran hak asasi manusia.

Share
×
tekid
back to top