Ferrari Gandeng IBM untuk Tingkatkan Pengalaman Fans F1 dengan AI
Ferrari menjalin kerja sama dengan IBM dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) di aplikasi resmi bawaannya untuk peningkatan pengalaman fans F1.
Aplikasi Scuderia Ferrari. dok. Ferrari
Scuderia Ferrari HP menggandeng IBM untuk menghadirkan pengalaman baru bagi penggemar Formula 1 melalui teknologi kecerdasan buatan (AI).
Kerja sama ini difokuskan pada pengembangan aplikasi resmi Ferrari agar lebih interaktif dan personal bagi para penggemar atau Tifosi.
Vice President of Sports and Entertainment Partnerships IBM Kameryn Stanhouse mengatakan Formula 1 menjadi salah satu olahraga yang paling berkembang dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah serial Netflix Drive to Survive membuat kehidupan para pembalap semakin dikenal publik.
Menurut dia, Ferrari dipilih karena memiliki sejarah besar di Formula 1.
- Strava Hadirkan Fitur Terapi Fisik, Dorong Pengguna Lebih Seimbang antara Latihan dan Pemulihan
- SEEK Pass Hadirkan Verifikasi IELTS dan PTE, Peluang Lolos Kerja Naik 20 Persen
- Jobstreet Tambah Fitur Basic Talent Search, Perusahaan Bisa Cari Kandidat Secara Proaktif
- Ramadan 1447 H, ngaji.ai Bertransformasi Jadi Pendamping Ibadah Harian Berbasis AI
“Mereka adalah tim dengan kemenangan terbanyak dalam sejarah,” ujar Stanhouse dilansir dari TechCrunch, Senin (25/5).
Melalui kolaborasi ini, IBM membantu Ferrari memanfaatkan AI untuk mengolah jutaan data balapan menjadi konten yang mudah dipahami penggemar.
Ferrari juga menunjuk Stefano Pallard sebagai head of fan development untuk memperkuat hubungan dengan para penggemar.
Pallard mengatakan tantangan Ferrari saat ini bukan hanya menarik fans baru, tetapi juga membuat setiap penggemar merasa diperhatikan secara personal.
“Semua dimulai dengan mengambil data yang kami dapatkan dari lintasan balap lalu mengubahnya menjadi konten yang mudah dipahami dan menarik,” kata Pallard.
Aplikasi Ferrari kini menghadirkan sejumlah fitur baru berbasis AI, seperti ringkasan balapan otomatis, konten di balik layar tim dan pembalap, fitur prediksi hasil balapan, hingga AI companion yang dapat menjawab pertanyaan penggemar.
Stanhouse menilai pendekatan storytelling penting untuk membuat penggemar merasa lebih dekat dengan tim.
“Ada dua pembalap, tetapi tahukah Anda bahwa dibutuhkan 24 orang yang bekerja secara bersamaan hanya dalam dua detik untuk mengganti ban?” ujarnya.
Ferrari juga mulai menyesuaikan strategi dengan perubahan demografi penggemar Formula 1. Data F1 menunjukkan sekitar 75% penggemar baru merupakan perempuan dan banyak berasal dari generasi Z.
Salah satu faktor yang menarik perhatian penggemar baru adalah kehadiran F1 Academy, kompetisi balap khusus perempuan yang bertujuan melahirkan pembalap wanita masa depan.
Pallard mengatakan Ferrari kini menggunakan AI untuk menganalisis perilaku penggemar di aplikasi, termasuk jenis konten yang paling disukai hingga sentimen pesan yang dikirim pengguna.
“Hal itu membantu kami memahami apa yang paling disukai Tifosi dan secara langsung memengaruhi bagaimana kami membangun cerita serta menyajikan konten,” katanya.
Ke depan, Ferrari dan IBM disebut akan menghadirkan pengalaman yang lebih personal agar setiap penggemar merasa memiliki hubungan dekat dengan tim, baik penggemar lama maupun fans baru.
“Bersama IBM, visi kami untuk lima tahun ke depan adalah membuat setiap penggemar merasa bahwa pengalaman ini dibuat khusus untuk mereka, baik yang sudah bersama kami selama 30 tahun maupun baru 30 hari,” tutup Pallard.









