Ramadan 1447 H, ngaji.ai Bertransformasi Jadi Pendamping Ibadah Harian Berbasis AI
ngaji.ai bertransformasi jelang Ramadan 1447 H jadi pendamping ibadah harian berbasis AI dengan 403 ribu pengguna di Indonesia.
ngaji.ai menjadi teman ibadah berbasis AI. dok. ngaji.ai
Memasuki Ramadan 1447 H, platform edukasi digital ngaji.ai melakukan transformasi signifikan dari sekadar aplikasi belajar mengaji menjadi pendamping ibadah harian berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI).
Transformasi ini menjadi respons atas kebutuhan Muslim modern yang ingin lebih dekat dengan Al-Qur’an, namun kerap terkendala ritme hidup yang padat.
Hingga Februari 2026, ngaji.ai telah digunakan oleh 403 ribu pengguna, dengan sekitar 39 ribu di antaranya merupakan pelanggan premium.
Angka tersebut mencerminkan meningkatnya kebutuhan terhadap solusi ibadah yang lebih terarah, praktis, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
- Paxel Raih Aplikasi Harian Terbaik Google Play 2025, Buktikan Dominasi di Layanan Logistik,
- Sora Melesat di Android, 470 Ribu Unduhan di Hari Pertama Ketersediaan di Play Store
- Indonesia, India, dan Vietnam Pimpin Pertumbuhan Aplikasi Digital Global 2025, Game Selular Jadi Pendorong
- Sosialisasi Aplikasi One by IFG Terus Digencarkan, Integrasi Solusi Finansial dan Kesehatan
Chief Business Development Officer (CBDO) Vokal.ai, startup edukasi digital yang menaungi ngaji.ai, Fara Abdullah, menyebut fase ini sebagai momentum strategis.
“ngaji.ai ingin tumbuh menjadi produk yang matang secara strategi, berdampak nyata dalam penggunaan, dan tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman. Antusiasme dari pengguna di Indonesia menunjukkan bahwa kebutuhan akan pendamping ibadah yang kontekstual itu nyata. Banyak orang ingin hidupnya lebih selaras dengan nilai Al-Qur'an, tapi merasa kewalahan. ngaji.ai ingin hadir bukan untuk menghakimi atau membebani, melainkan menemani. Perlahan, konsisten, dan relevan dengan kehidupan hari ini,” ujarnya.
Transformasi tersebut tercermin pada pembaruan tampilan beranda serta penambahan sejumlah fitur baru, mulai dari Sholat, Doa, Dzikir, hingga fitur Ikhtiar.
Melalui fitur Ikhtiar, pengguna diajak memilih satu fokus amalan dalam periode tujuh hari. Pendekatan ini dirancang agar ibadah terasa lebih ringan dan realistis, tanpa tekanan untuk menjalankan terlalu banyak amalan sekaligus.
Chief Operating Officer (COO) Vokal.ai Vanya Sunanto mengatakan tingkat keterlibatan pengguna menunjukkan bahwa aplikasi ini benar-benar menjadi bagian dari rutinitas harian.
“Ini bukan aplikasi yang dibuka sekali lalu ditinggalkan. Pengguna kembali setiap hari karena merasa ditemani,” ujarnya.
Rata-rata waktu penggunaan harian tercatat lebih dari tujuh menit per pengguna, angka yang dinilai cukup signifikan untuk aplikasi berbasis ibadah.
Menurut Vanya, pendekatan yang sederhana dan terstruktur membuat pengguna tidak merasa kewalahan.
Pengalaman serupa dirasakan oleh Verti Tri Wahyuni, momfluencer dengan akun Instagram @ve.idn yang telah lama menggunakan ngaji.ai.
Ia menilai fitur Ikhtiar membantu menjaga konsistensi ibadah.
“Yang paling berat dari ibadah itu bukan niatnya, tapi konsistensinya. Ikhtiar di ngaji.ai bikin saya merasa tidak sendirian. Target besar dipecah jadi langkah kecil, jadi tidak terasa menekan,” tuturnya.
Selain memperkuat fitur personal, ngaji.ai juga memperluas dampak sosialnya. Head of Marketing Vokal.ai Adhitya Zulfan mengungkapkan kolaborasi dengan RumahZakat kini memasuki tahun kedua.
Sebanyak 25 persen dari pembelian langganan premium dialokasikan untuk program kemanusiaan, yang semula difokuskan untuk Palestina dan kini diperluas ke bidang pendidikan, penanggulangan bencana, serta program Ramadan.
“Selain fokus pada pengalaman personal pengguna, ngaji.ai juga memperluas dampaknya melalui kolaborasi sosial,” ujar Adhitya.
Di sektor pendidikan, ngaji.ai menjalin kerja sama dengan institusi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Kota Bandung, serta bermitra dengan komunitas Muslim dan brand gaya hidup seperti Noore Sport dan One Day One Juz untuk memperluas literasi Al-Qur’an di kalangan urban.
Menatap 2026, ngaji.ai berencana memperluas kolaborasi dengan institusi bisnis dan pemerintah, serta membuka peluang ekspansi ke Asia Tenggara yang memiliki sekitar 290 juta populasi Muslim.
Fara menyebut pemanfaatan AI menjadi kunci pengembangan berikutnya.
“Kami percaya teknologi ini akan sangat berguna untuk banyak individu dan institusi yang kami akan bangun kerja samanya. Kami juga melihat peluang besar di masa depan untuk menghadirkan pendamping ibadah yang memahami konteks budaya, ritme hidup, dan kebutuhan Muslim masa kini di mana pun mereka berada,” katanya.









