Menjajal MBUX, sistem asisten digital milik Mercedes-Benz

Salah satu fitur dari sistem tersebut adalah kemampuannya untuk belajar kebiasaan pengendara melalui teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence / AI).

Menjajal MBUX, sistem asisten digital milik Mercedes-Benz

Sudah banyak perangkat yang mengadopsi asisten digital seperti Siri, Google Assistant, Bixby dan lainnya. Asisten suara tersebut dapat mempermudah pengguna untuk mengerjakan sesuatu hanya lewat perintah suara misalnya, untuk menelepon, membalas email, memasang alarm dan sebagainya.

Tetapi belum lama ini asisten suara bukan cuma hadir di perangkat pintar seperti smartphone, tablet, laptop, dan speaker saja. Ia kini hadir di mobil yang terintegrasi dalam sistem infotainment dasbor. Salah satu pabrikan mobil yang menyertakan asisten digital ini adalah Mercedes-Benz dengan sistem yang bernama MBUX.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Toyota Prius akhirnya dukung Apple CarPlay

Bulan depan Mazda akan pamerkan mobil listrik pertamanya

Toyota uji coba mobil listrik Prius dengan panel surya


MBUX sendiri singkatan dari Mercedes-Benz User Experience yang diklaim membawa era baru dalam konektivitas Mercedes. Salah satu fitur dari sistem tersebut adalah kemampuannya untuk belajar kebiasaan pengendara melalui teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence / AI). MBUX dapat dipersonalisasi dan menyesuaikan diri untuk memenuhi kebutuhan penggunanya.

Dari segi fisik, MBUX berbentuk layar lebar dengan media yang dapat dioperasikan melalui sentuhan, tampilan navigasi, serta kontrol suara yang dapat diaktifkan melalui frasa “Hey Mercedes”. Terdapat tiga bagian berbeda yang membentuk konsep kontrol sentuh MBUX, yakni touchpad pada konsol tengah dan tombol kontrol di setir.

“MBUX dapat mempelajari kebiasaan kita berkat teknologi AI mutakhir dari Mercedes. Bahasa yang dihadirkan oleh sistem tersebut menampilkan kata-kata yang tidak kaku sehingga seolah-olah berbicara seperti manusia,” kata Department Manager, Product & Pricing PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia, Radite Erlangga.

Mercedes mengklaim MBUX merupakan sebuah revolusi pengalaman di dalam mobil. Beragam fitur yang mengesankan secara emosional menggarisbawahi pemahaman akan struktur kontrol dan memberikan sensasi optimal melalui grafik 3D beresolusi maksimum yang ditampilkan secara real-time.

Mobil yang dilengkapi dengan MBUX dapat melakukan kustomisasi hingga delapan profil pengendara. Jadi masing-masing anggota keluarga bisa melakukan preferensi pengaturan pribadi seperti posisi tempat duduk, stasiun radio, temperatur AC, mode berkendara (Sport, Eco, dll), lampu ambien kabin, dan sebagainya. Artinya, kamu tidak perlu repot-repot melakukan personalisasi ketika mobil habis dipakai oleh anggota keluarga yang lain.

Pada kesempatan kali ini, pabrikan otomotif yang bermarkas di Jerman tersebut juga mengenalkan Mercedes me Connect. Mengandalkan teknologi IoT, sistem itu diklaim untuk menyajikan kemudahan lebih bagi para pengendara Mercedes. Ada beberapa fitur yang dibawa Mercedes me Connect. Beberapa contohnya adalah Send to Car. Ini berfungsi untuk mengirimkan data atau file dari smartphone ke mobil.

Dalam praktiknya, pengguna dapat mengirim koordinat suatu lokasi ke sistem MBUX mobil, sehingga mobil pun dapat langsung menavigasi koordinat tersebut. Radite menyampaikan ini sangat penting untuk orang yang ingin langsung berkendara tanpa harus mengatur koordinat GPS di mobil.

Fitur Mercedes me Connect selanjutnya adalah Fuel Check yang dapat dilakukan dari smartphone sehingga kamu dapat gambaran apakah perlu untuk isi bensin sebelum bepergian jauh. Ada pula Remote Car Lock, mirip dengan Fuel Check, fitur ini dapat mengunci mobil via smartphone dari jarak jauh. Tetapi sayangnya sistem Mercedes me Connect saat ini belum tersedia di Indonesia. Pihak Mercedes mengatakan sedang mengembangkannya agar dapat digunakan di Indonesia dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Tidak lupa saya menyempatkan diri untuk mencicipi teknologi MBUX. Saat ini sistem perintah suara tersebut belum mendukung bahasa Indonesia. Sistem ini cukup responsif ketika saya mengatakan “Hey Mercedes”. Ketika sistem sedang menunggu perintah suara selanjutnya, tampilan pada panel layar MBUX mengingatkan saya pada asisten digital Siri dari Apple.

Agar dapat secara optimal mendengarkan perintah suara, MBUX mengecilkan kekuatan AC agar tidak menganggu “pendengaran” sistem. Ada beberapa kali MBUX tidak mengerti ucapan yang saya keluarkan, mungkin karena suara dalam kabin terlalu berisik. Tetapi secara keseluruhan ia dapat mengerti ucapan saya, dan melakukan sesuai yang saya mau seperti mematikan AC, mengganti mode berkendara, mengecilkan kipas AC, dan menurunkan teperatur AC.

Tetapi saat saya mengucapkan “Navigate me to Karawaci”, MBUX tidak dapat mengerti kata “Karawaci” lantaran kemungkinan database-nya yang belum diperbarui. MBUX terdapat pada mobil Mercedes A-Class, B-Class, CLA, GLA dan GLB.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: