Jam tangan ini bisa suntikkan obat ke tubuh pengguna

Bayangkan sebuah jam tangan berisi cairan obat dan jarum mini untuk memasukkan obat tersebut. Saat ini, sejumlah mahasiswa sudah berhasil membuatnya.

Jam tangan ini bisa suntikkan obat ke tubuh pengguna Source: EpiWear

Smartwatch bukan lagi menjadi hal baru saat ini. Barangnya mudah didapat dengan harga bervariasi. Namun apa jadinya, kalau sebuah jam tangan dibekali dengan sistem yang akan langsung menyuntikkan obat ke tubuh penggunanya?

Jam tangan dengan jarum suntik mungkin sebelumnya hanya bisa ditemui pada film fiksi. Tetapi beberapa mahasiswa Universitas Rice berhasil membuat jam tangan tersebut. Artinya, dalam kondisi darurat, jam tangan ini akan menyuntikkan obat dalam dosis tertentu.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Mau tahu, apa saja tren 10 pekerjaan masa depan?

Antara stres, kematian, dan terlalu sering lihat layar smartphone

Peneliti temukan fakta, bullying mengecilkan ukuran otak


Dilansir dari Ubergizmo (21/4), alat bernama EpiWear ini dikembangkan oleh lima mahasiswa bioengineering. Dalam kasus ini, mereka mengembangkan EpiWear untuk penderita alergi tertentu. Nantinya, EpiWear akan memasukkan epinephrine, obat alergi yang dapat meningkatkan pernapasan, merangsang jantung, meredakan gatal dan mengurangi pembengkakan pada wajah, bibir dan tenggorokan.

Ide pembuatan EpiWear berasal dari salah satu mahasiswa yang bernama Justin Tang. Ia memiliki alergi terhadap kacang. Untuk itu, Tang harus membawa alat penyuntik epinephrine kemana pun ia pergi. Merasa kesusahan, Tang berpikir untuk menciptakan alat yang lebih kecil dan simpel serta mudah dibawa.

EpiWear diklaim dapat menyuntikkan 0,3 mm epinephrine, sesuai dengan jumlah yang terdapat pada alat komersial lainnya. Alat ini dapat dilipat menjadi tiga, atau dibentuk menyerupai jam tangan. Saat ini, bentuknya masih sedikit besar.

Tang dan koleganya berharap dapat membuat EpiWear dengan biaya yang murah dan desain stylish. Menurutnya hal itu dapat mendorong orang lain untuk menggunakan EpiWear di masa depan

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: