Antara stres, kematian, dan terlalu sering lihat layar smartphone

Ternyata ada hubungan antara keseringan melihat layar smartphone dengan hormon pemicu stres yang mengurangi usia Anda.

Antara stres, kematian, dan terlalu sering lihat layar smartphone

Anda tahu stres itu tidak menyenangkan. Dokter juga mengingatkan, stres bisa membunuh. Pada dasarnya, stres menyebabkan tubuh melepaskan cortisol. Hormon ini mempersiapkan Anda menghadapi ancaman, lalu membuat jantung Anda memompa dan membanjiri tubuh dengan gula untuk menguatkan otot-otot Anda.

Mekanisme ini perlu sesekali. Tetapi ketika stres adalah setiap saat, hasilnya bisa jadi jelek.


BACA JUGA

Jam tangan ini bisa suntikkan obat ke tubuh pengguna

Peneliti temukan fakta, bullying mengecilkan ukuran otak

Penelitian buktikan coklat bikin hidup bahagia


"Kelebihan cortisol dan hormon stres lainnya ... dapat mengganggu hampir semua proses tubuh Anda," ujar ahli di Mayo Clinic. 

Hasilnya adalah peningkatan risiko kesehatan mulai dari, masalah kesuburan dan depresi hingga diabetes dan serangan jantung.

Kemudian mungkin belum Anda sadari, ponsel adalah salah satu sumber stres jangka panjang terbesar dalam hidup. Saat Anda melihatnya terus-menerus kemungkinan akan mengurangi umur Anda.

Mesin stres kecil di saku Anda

Mesin stres kecil di saku Anda, itulah pesan dari sebuah artikel New York Times yang menakutkan. Kekhawatiran terhadap kecanduan telepon secara kolektif benar-benar memperpendek hidup kita.

Pertama, ada petunjuk bahwa ponsel kita bukan aksesori gaya hidup minor. Kita menghabiskan waktu yang sangat banyak untuk memandang ponsel. Rata-rata empat jam sehari. Kebanyakan dari kita sangat meremehkan berapa banyak waktu yang kita habiskan. Tentunya ini tidak baik untuk produktivitas, sekaligus buruk untuk tubuh kita.

"Kadar cortisol Anda meningkat ketika melihat atau dekat dengan ponsel Anda," kata psikiater Fakultas Kedokteran Universitas Connecticut, David Greenfield. 

"Ini adalah respons stres, dan rasanya tidak menyenangkan, dan respons alami tubuh adalah ingin memeriksa ponsel untuk menghilangkan stres," ujarnya lagi.

Saat memikirkan soal ponsel ada perasaan semacam "gatal" ingin melihatnya. Tiap kali memeriksanya, kita pikir hal itu akan meringankan sedikit rasa gelisah dan kecemasan. Akan tetapi sebaliknya, biasanya ada pesan yang menjengkelkan, membuat kita menunda tugas, atau membaca berita negatif di dalamnya. Sedikit demi sedikit siklus ini menambah banyak stres. Tentunya ini memperbesar risiko kematian prematur yang lebih besar.

Cara mengendalikan kadar cortisol 

Ada banyak saran di luar sana untuk mengendalikan kebiasaan ini. Semua orang, mulai dari ilmuwan komputer hingga dokter memiliki rekomendasi yang masuk akal untuk menjinakkan kecanduan Anda. Bermula dari langkah sederhana seperti mematikan notifikasi, sampai beralih menggunakan featurephone.

Psikolog Stanford Kelly McGonigal menyarankan mereka yang ingin membebaskan diri dari stres terkait smartphone, untuk lebih memperhatikan perasaan mereka, termasuk mengontrol rasa cemas saat Anda memikirkan ponsel Anda.

Mengambil langkah-langkah ini untuk memutus siklus stres terhadap ponsel pintar Anda, tidak hanya akan membantu menyelesaikan lebih banyak masalah. Mengurangi kebiasaan melihat layar smartphone tentu juga bisa menyelamatkan hidup Anda.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: