Instagram sedang uji fitur regram
Instagram kini menguji cara bagi pengguna untuk me-regram atau membagikan kembali posting-an yang diunggah orang lain.
(Foto: ITP Live)
Instagram sedang menguji cara bagi pengguna untuk me-regram atau membagikan kembali posting-an yang diunggah orang lain. Bukan lagi di stories atau Direct Message (DM), konten itu bisa dibagikan lagi ke feed pengguna.
Sejatinya, fitur regram sejak lama ditentang eksekutif perusahaan. Mereka khawatir akan merusak sifat natural Instagram. Fitur itu juga memungkinkan seluruh pengguna Instagram rentan akan berita palsu, kampanye negatif serta konsekuensi buruk lainnya. Kendati begitu, perusahaan yang kini bernaung di bawah Facebook tersebut tak memberikan komentarnya.
Secara internal, fitur ini disebut "seamless sharing", dengan memperkenalkan opsi berbagi yang baru. Fitur ini akan muncul di sudut kanan atas setiap posting-an di feed. Posting-an yang dibagikan lagi itu, muncul di feed disertai nama dan foto pengguna yang membagikannya. Untuk saat ini, posting-an yang bisa di-regram hanya bisa dimanfaatkan setidaknya dua kali.
Dilansir The Verge yang juga memperoleh screenshot dari fitur baru itu, tampaknya Instagram akan membatasi kemampuan untuk regram ke penggunanya. Dengan begitu, hal tersebut akan mengurangi posting-an misinformasi dan konten yang tak diinginkan lainnya.
- Instagram Hadirkan Fitur Edit Komentar, Bisa Diperbaiki hingga 15 Menit Setelah Posting
- Instagram Rilis Fitur Baru, Dapat Kendalikan Rekomendasi Reels sesuai keingian
- Instagram Luncurkan Fitur “Watch History” untuk Reels, Pengguna Bisa Menemukan Video Favorit yang Hilang
- Instagram Hadirkan Fitur Edit Stories Berbasis AI, Bisa Ubah Latar dan Gaya Foto Hanya dengan Teks
Menurut The Verge, regram Instagram saat ini masih terlihat kasar dibanding desain yang biasanya diusung perusahaan. Hal tersebut menunjukkan bahwa fitur itu masih dalam tahap awal pengembangan.
Pendiri Instagram Kevin Systrom dan Mike Krieger pernah menolak fitur regram selama bertahun-tahun. Namun, setelah fitur itu menjadi perdebatan, tahun lalu Systrom mengatakan "Kami memperdebatkan banyak hal tentang re-share... Tetapi sebenarnya keputusan itu adalah tentang menjaga agar feed Anda terfokus pada orang-orang yang Anda kenal ketimbang hal lain atau yang Anda lihat. Dan saya pikir itu merupakan bukti dari fokus kami pada keaslian dan pada koneksi yang sebenarnya Anda miliki ketimbang hal lain."
Instagram juga sebelumnya pernah mengizinkan pengguna me-regram posting-an pengguna lain. Namun perusahaan hanya mengizinkannya dibagikan ke stories. Pengguna sendiri lebih memilih untuk menggunakan aplikasi pihak ketika untuk me-regram konten di Instagram. Belum jelas kapan fitur regram Instagram rampung diuji dan akan diluncurkan ke pengguna.








