×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

IBM Luncurkan Sovereign Core, Dorong Kedaulatan Digital dan Penerapan AI Berdaulat

Oleh: Tek ID - Senin, 02 Februari 2026 19:30

IBM meluncurkan Sovereign Core, perangkat lunak untuk mendukung kedaulatan digital dan penerapan AI berdaulat yang aman, patuh regulasi, dan terkontrol.

IBM Luncurkan Sovereign Core, Dorong Kedaulatan Digital Ilustrasi IBM Sovereign Core. dok. IBM

IBM memperkenalkan IBM Sovereign Core, perangkat lunak pertama di industri yang dirancang untuk mendukung penerapan lingkungan AI berdaulat (AI-ready sovereign environment). 

Solusi ini ditujukan bagi perusahaan, instansi pemerintah, dan penyedia layanan yang membutuhkan kendali penuh atas infrastruktur TI, khususnya dalam mengelola beban kerja kecerdasan buatan yang patuh regulasi dan dapat diaudit.

Peluncuran IBM Sovereign Core hadir di tengah meningkatnya tuntutan global terhadap kedaulatan digital, seiring kompleksitas regulasi, transparansi tata kelola, serta kebutuhan organisasi untuk mengoperasikan sistem TI secara mandiri. 

Tidak hanya soal lokasi penyimpanan data, kedaulatan digital juga mencakup siapa yang mengendalikan sistem, bagaimana data diakses dan ditata kelola, di mana beban kerja dijalankan, serta di bawah yurisdiksi mana model AI beroperasi.

IBM menilai banyak organisasi belum memiliki platform terintegrasi untuk memigrasikan, memodernisasi, dan menjalankan ulang aplikasi, termasuk aplikasi berbasis AI, dalam lingkungan yang berdaulat sekaligus menyediakan pelaporan kepatuhan yang berkelanjutan dan konsisten. 

Gartner memprediksi lebih dari 75 persen perusahaan global akan memiliki strategi kedaulatan digital pada 2030 melalui pendekatan sovereign cloud.

“Di seluruh kawasan ASEAN, banyak organisasi menghadapi tekanan yang semakin besar untuk mengembangkan penggunaan AI, sekaligus harus mematuhi regulasi dan kedaulatan data yang semakin kompleks,” ujar Catherine Lian, General Manager and Technology Leader IBM ASEAN. 

“Melalui IBM Sovereign Core, organisasi dapat meningkatkan inisiatif AI dengan penuh keyakinan, menyeimbangkan keterbukaan dan agility dengan kepatuhan serta otonomi operasional yang dibutuhkan untuk mendukung kedaulatan,” imbuhnya.

IBM Sovereign Core dibangun dengan fondasi open-source dari Red Hat dan dirancang menjadikan kedaulatan sebagai karakteristik inti perangkat lunak, bukan sekadar lapisan tambahan. 

Solusi ini memungkinkan organisasi membangun, menerapkan, dan mengelola beban kerja cloud-native dan AI di bawah otoritas penuh dalam yurisdiksi yang dipilih.

Melalui IBM Sovereign Core, organisasi dapat mengoperasikan control plane secara mandiri, memastikan identitas serta kunci kriptografi tetap berada dalam batas yurisdiksi, dan menghasilkan bukti kepatuhan berkelanjutan yang dapat diaudit. 

Solusi ini juga mendukung pengelolaan inferensi AI secara lokal, mulai dari penerapan model, pengoperasian klaster GPU, hingga agen AI, tanpa memindahkan data ke penyedia eksternal.

“Pembahasan mengenai kedaulatan AI selama ini lebih banyak berfokus pada isu data residency, padahal itu baru sebagian dari persoalannya,” ujar Sanjeev Mohan, Principal SanjMo. 

Menurutnya, IBM Sovereign Core menjawab pertanyaan mendasar tentang siapa yang mengendalikan sistem dan bagaimana kendali tersebut dapat dibuktikan kepada regulator, melalui pendekatan holistik yang mencakup data, operasional, teknologi, dan jaminan dengan pemantauan berkelanjutan.

IBM Sovereign Core dapat diterapkan di berbagai arsitektur TI, baik di pusat data on-premises, cloud dalam wilayah tertentu, maupun melalui penyedia layanan TI lokal. 

IBM juga menjalin kemitraan dengan sejumlah penyedia layanan TI di Eropa, termasuk Cegeka di Belgia dan Belanda serta Computacenter di Jerman, untuk menghadirkan layanan kedaulatan digital yang siap digunakan oleh perusahaan yang mempersiapkan beban kerja AI dalam skala besar.

“Dengan IBM Sovereign Core, kami dapat mempercepat waktu realisasi manfaat dan membantu klien memenuhi standar kepatuhan lokal tanpa harus merangkai berbagai komponen terpisah,” ujar Christian Schreiner, Unit Director Cloud Computacenter. 

Pendekatan ini dinilai mampu mempercepat adopsi AI yang tepercaya sekaligus mempertahankan kendali atas data dan infrastruktur kritikal di tengah dinamika regulasi dan geopolitik global.

Tag

Tagar Terkait

×
back to top