F5 Networks tawarkan platform aplikasi aman dan fleksibel

Perusahaan tersebut memastikan ketersediaan sebuah aplikasi yang andal, performa yang responsif, dan memiliki tingkat keamanan yang tinggi.

F5 Networks tawarkan platform aplikasi aman dan fleksibel

Dunia IT telah mengubah segalanya, seperti transaksi dan pola hidup. Misalnya adalah kita tidak perlu lagi pergi ke toko makanan jika sedang mencari makan malam, tinggal cari di aplikasi tertentu dan pesan. Sedangkan pola hidup juga dapat berubah dalam hal menonton hiburan di rumah, saat ini rata-rata orang lebih sering menikmati video di aplikasi streaming ketimbang menonton televisi, terutama pada generasi milenial.

Dalam hal bisnis, perusahaan-perusahaan di Asia Pasifik tengah menikmati keuntungan dari penggunaan teknologi-teknologi yang sedang berkembang untuk mempercepat proyek-proyek transformasi digital mereka. Laporan State of Application Services (SOAS) 2019 dari F5 Networks mengungkap, 41 persen perusahaan di kawasan Asia Pasifik menerapkan container (teknologi yang dapat mengisolasi sebuah proses dari sistem secara keseluruhan), dan memanfaatkan metodologi pengembangan yang lincah untuk menghadirkan aplikasi yang lebih cerdas dan lebih cepat. Meskipun pergeseran tersebut memunculkan berbagai peluang baru untuk otomasi dan sebagainya.


BACA JUGA

Ilmuwan kembangkan aplikasi untuk selamatkan kupu-kupu

Peneliti kembangkan aplikasi untuk kejahatan skimmer di SPBU

Casio Edifice baru punya fitur Bluetooth dan bisa diisi ulang pakai cahaya


F5 Networks sendiri adalah penyedia platform untuk layanan aplikasi. Jadi perusahaan tersebut memastikan ketersediaan sebuah aplikasi yang andal, performa yang responsif, dan memiliki tingkat keamanan yang tinggi.

“Aplikasi yang berbasis platform F5 Networks dapat diakses di manapun dan kapanpun tanpa mengenal tempat dan waktu. Meski aplikasi yang berbasis platform kami mudah digunakan, F5 Networks tetap sangat mengedepankan keamanan,” kata Country Manager, F5 Networks, Fetra Syahbana.

Perusahaan yang berbasis di Washington, AS tersebut mensurvei bahwa 84 persen dari perusahaan di ASEAN saat ini sudah atau berencana untuk beralih ke transformasi digital. Peralihan tertinggi dipegang oleh negara Asia, Selandia Baru, dan India. Sedangkan Fetra mengatakan bahwa Indonesia juga sedang mengarah ke sana. Tetapi sayangnya ia tidak menyebutkan berapa persentase angka di Tanah Air.

Contoh dari peralihan digital tersebut terjadi di dalam perbankan. Jika dulu bank lebih banyak merekrut pegawai yang memiliki latar belakang pendidikan ekonomi, manajemen, atau sejenisnya, kini mereka juga banyak merekrut pegawai dengan latar belakang IT untuk mengembangkan software aplikasi perbankan. Hal yang sama juga terjadi pada pabrikan mobil lantaran kini mobil sudah memiliki software mutakhir untuk keperluan mengendara secara otomatis (otonom). Malah beberapa pabrikan mobil (seperti Tesla) menawarkan pembaruan software secara Over-the-Air (OTA) layaknya smartphone.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: