sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id asus
Senin, 20 Jan 2020 05:28 WIB

Bose tutup toko di Amerika dan sejumlah negara lain

Perusahaan asal Amerika Serikat tersebut membuka toko ritel fisik pertamanya pada tahun 1993 dan saat ini memiliki lokasi di banyak pusat perbelanjaan, termasuk di Indonesia.

Bose tutup toko di Amerika dan sejumlah negara lain
Source: Tech Radar

Tidak lama setelah Bang & Olufsen mengumumkan kerugian tiga kuartal berturut-turut, perusahaan audio terkenal lainnya, Bose, mengumumkan rencana untuk menutup seluruh roko ritelnya di Amerika Utara, Eropa, Jepang, dan Australia. Hal ini karena kian banyak konsumen yang membeli headphone, speaker, dan produk lainnya secara online.

Perusahaan asal Amerika Serikat tersebut membuka toko ritel fisik pertamanya pada tahun 1993 dan saat ini memiliki lokasi di banyak pusat perbelanjaan, termasuk di Indonesia. Toko-toko tersebut digunakan untuk memamerkan jajaran produk mereka, seperti headphone berbasis ANC, soundbar, home theater, earphone, dan masih banyak lagi.

“Awalnya, toko ritel kami memberi konsumen cara untuk mengalami, menguji, dan berbicara kepada kami tentang sistem hiburan rumah multi komponen, CD dan DVD. Pada saat itu, ini adalah ide yang radikal, tetapi kami fokus pada apa yang dibutuhkan pelanggan kami,” kata wakil presiden penjualan global Bose, Colette Burke kepada The Verge.

Bose menutup toko ritelnya di Amerika Utara, Eropa, Jepang dan Australia dalam beberapa bulan mendatang. Ini menjadikan seluruh toko yang ditutup berjumlah 119. Selain yang disebutkan di atas, toko ritel Bose akan tetap dibuka, termasuk sekitar 130 toko yang berlokasi di Tiongkok, Uni Emirat Arab, India, Asia Tenggara, dan Korea Selatan.

Meski demikian, perusahaan yang didirikan pada tahun 1964 oleh Amar Bose tersebut tidak menyebutkan secara detail berapa jumlah karyawan yang akan dirumahkan. Demikian dilansir dari The Verge (20/1).

Share
back to top