Bitcoin senilai USD40 juta telah diretas, terbesar dalam sejarah

Platform pertukaran Cryptocurrency, Binance diretas dan mengalami kerugian 7.000 bitcoin yang senilai USD40 juta (Rp575 miliar).

 Bitcoin senilai USD40 juta telah diretas, terbesar dalam sejarah Source: The Verge

Platform pertukaran Cryptocurrency, Binance melaporkan bahwa satu akun telah diretas dengan 7.000 bitcoin setara USD40 juta (Rp575 miliar). Dengan angka tersebut, ini menjadi peretasan terbesar dalam sejarah. Dilansir dari Hypebeast (8/5), peretas tersebut menggunakan phishing dan virus dalam jangka waktu yang lama untuk melakukan hal ini. Peretas ini disebut sebagai kelompok yang sabar, karena melakukan setiap tindakan yang diatur secara terncana melalui beberapa akun.

“Kami mendeteksi pelanggaran keamanan yang sangat serius pada 7 Mei, karena insiden ini penyerang dapat mengakses sejumlah besar kunci API pengguna, kunci otentikasi multifaktor, di antara detail akun lainnya menggunakan campuran phishing, infeksi virus, dan teknik peretasan lainnya,” kata CEO Binance, Changpeng Zhao


BACA JUGA

Bisakah mata uang Facebook jadi alat pembayaran sah?

Facebook siapkan cryptocurrency yang bisa untuk gaji karyawan

Studi ungkap sebagian transaksi bitcoin adalah palsu


CEO Binance Changpeng Zhao telah menyebutkan bawa pihaknya tengah melakukan tinjaun keamanan yang menyeluruh. "Tinjauan keamanan menyeluruh diperlukan sebelum bergerak maju. Tinjauan keamanan ini akan mencakup semua bagian dari sistem dan data kami yang besar. Artinya penyelidikan ini bisa memakan waktu satu minggu," kata Changpeng Zhao.

Meskipun semua transaksi telah dibekukan, namun pengguna tidak akan terpengaruh oleh peretasan. Dana yang hilang akan diganti oleh Secure Asset Fund for Users (SAFU) yang diberlakukan tahun lalu. Diketahui komunitas crypto juga telah bersatu dalam solidaritas atas situasi ini, karena kejadian tersebut dianggap sebagai serangan terhadap seluruh industri CTC.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: