Alibaba klaim prosesor barunya paling kuat

Dalam presentasi Cloud Summit Alibaba, perusahaan internet itu mengungkapkan prosesor rancangannya mampu mencapai skor CoreMark 7.1 / MHz.

Alibaba klaim prosesor barunya paling kuat Source: China Daily

Alibaba telah mendirikan cabang R&D baru guna memanfaatkan set instruksi RISC-V open-source. Produk pertama mereka yakni, Xuantie 910. Xuantie, atau disingkat XT, disebut merupakan prosesor RISC-V yang paling kuat. Dirancang dengan proses fabrikasi 12nm, prosesor ini memiliki 16 core yang beroperasi pada 2,5GHz, mendukung pemrosesan 64-bit, hingga instruksi 16-bit.

Menariknya prosesor ini juga mendukung 50 instruksi tambahan di atas standar 32. Dalam presentasi Cloud Summit Alibaba, perusahaan mengungkapkan prosesor rancangannya mampu mencapai skor CoreMark 7.1 / MHz. Sementara itu kompetitornya SiFive's U74, hanya mencapai 5.1 / MHz. Apabila pengujian ini akurat, maka prosesor Alibaba mampu menawarkan peningkatan kinerja hingga 40%.

Untuk saat ini, Alibaba memang belum memproduksi prosesornya sendiri. Proses produksinya ini akan berlangsung hingga beberapa waktu mendatang. Tampaknya raksasa teknologi Tiongkok itu masih mempertimbangkan model bisnis XT 910. CPU fisiknya kemungkinan akan tersedia atau menjadi bagian sistem-on-chip. Terkait konsumennya, Jianyi Meng, Senior Director Alibaba Group mengisyaratkan banyak kata kunci umum yang cukup menarik.

"Terobosan ini lebih dari sekedar peningkatan kinerja prosesor RISC-V. Ini artinya lebih banyak area IoT yang membutuhkan komputasi berkinerja tinggi seperti 5G, AI, jaringan, gateway, mobil otonom serta server yang bisa diberdayakan oleh prosesor RISC-V terbaru ini, yang sebelumnya digunakan untuk perangkat sederhana seperti peralatan rumah pintar," kata Jianyi..

Dilansir Techspot (29/7), Tiongkok telah menyatakan keinginannya agar 40% dari permintaan prosesor mampu dipenuhi oleh pasokan lokal di tahun depan. Sebagai pembanding, tahun lalu permintaan prosesor telah dipenuhi sekitar 15% secara lokasl oleh perusahaan Tiongkok. Namun jika perang dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) masih berlanjut, negeri Tirai Bambu ini mungkin harus memenuhi permintaan prosesor secara lokal hingga 100%.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Telkomsel terapkan solusi IoT di truk tangki Pertamina

MediaTek perkenalkan i700, platform AI baru untuk IoT

Harga komponen yang terjangkau, bikin IoT jadi masif di Indonesia


Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: