AION UT Andalkan Struktur Baja 71% dan Teknologi 720°, Standar Baru Keselamatan Mobil Listrik
AION UT hadir dengan struktur baja 71%, perlindungan 720°, dan fitur keselamatan canggih untuk standar baru mobil listrik aman.
Mobil listrik AION UT. dok. AION
AION melalui model terbarunya, AION UT, menghadirkan pendekatan baru dalam standar keselamatan mobil listrik dengan menggabungkan struktur bodi kokoh dan teknologi perlindungan aktif yang komprehensif.
Inovasi ini menjadi bagian dari komitmen GAC Group dalam meningkatkan keamanan berkendara di era kendaraan listrik.
AION UT dirancang untuk memberikan perlindungan menyeluruh bagi pengemudi dan penumpang, mulai dari konstruksi dasar hingga sistem keselamatan cerdas yang bekerja secara real-time.
Dari sisi struktur, kendaraan ini menggunakan hingga 71 persen baja berkekuatan tinggi yang membentuk rangka lebih kokoh dan tahan benturan.
- GAC Group Kembangkan All-Solid-State Battery, Targetkan Mobil Listrik Berdaya Jelajah 1.000 Km
- TÜV Rheinland-EVSafe Dorong Harmonisasi Standar Nasional untuk Perkuat Keamanan Ekosistem Kendaraan Listrik
- Harga Chery J6T Akhirnya Resmi Terungkap di GJAW 2025, Simak lagi Keunggulan SUV Listrik Premium Ini
- Mobil Balap Listrik Formula E Gen4 Diklaim Lebih Cepat dari F1, Siap Debut pada Musim 2026-27
Konstruksi tersebut diperkuat dengan desain inovatif one-piece hot-formed double door ring yang meningkatkan kekuatan di area pintu sekaligus menjaga efisiensi bobot kendaraan.
Perlindungan penumpang juga diperluas melalui penggunaan V-shaped side air curtain sepanjang 2,1 meter, lebih panjang dari rata-rata industri, yang melindungi area dari pilar A hingga pilar C.
Fitur ini memberikan perlindungan ekstra, termasuk pada area kepala anak, baik untuk penumpang depan maupun belakang.
Selain itu, AION UT mengusung struktur Dragon-Bone Embraced Body yang dirancang untuk memberikan perlindungan 720 derajat. Sistem ini mampu menyerap serta mendistribusikan energi benturan dari berbagai arah guna menjaga integritas kabin tetap optimal saat terjadi tabrakan.
Tak hanya mengandalkan struktur pasif, AION UT juga dilengkapi teknologi keselamatan aktif melalui Full-Scenario Active Safety Suite.
Sistem ini mencakup fitur seperti Automatic Emergency Braking (AEB), Forward Collision Warning (FCW), Lane Departure Warning (LDW), hingga Emergency Lane Keeping (ELK), yang berfungsi memantau kondisi jalan secara real-time dan membantu mencegah potensi kecelakaan.
Fitur tambahan seperti Blind Spot Detection (BSD), Door Opening Warning (DOW), Rear Cross Traffic Alert (RCTA), serta Rear Collision Warning (RCW) turut melengkapi perlindungan dari berbagai sisi.
Bahkan, untuk situasi parkir, tersedia Rear Obstacle Detection with Automatic Braking yang mampu mendeteksi objek di belakang dan melakukan pengereman otomatis saat diperlukan.
Stabilitas kendaraan juga diperkuat dengan penggunaan ban lebar 215 mm yang memberikan daya cengkeram optimal, terutama saat pengereman dan manuver di berbagai kondisi jalan.
Sebagai mobil listrik modern, AION UT juga dibekali sistem baterai dengan perlindungan berlapis dan pemantauan cerdas untuk memastikan keamanan energi tetap terjaga selama penggunaan.
CEO GAC Indonesia Andry Ciu mengatakan keselamatan menjadi fokus utama dalam pengembangan kendaraan ini.
“AION UT dikembangkan dengan pendekatan menyeluruh, mulai dari chassis kokoh hingga teknologi keselamatan aktif yang cerdas, untuk menghadirkan rasa aman di setiap perjalanan,” ujarnya.









