sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id praxis
Selasa, 12 Mei 2020 15:21 WIB

Review Logitech G502 Hero: lawas, tapi josss

Logitech G502 adalah seri mouse legendaris yang dipakai banyak penggemar gim. Apa yang membuat mouse ini istimewa?

Review Logitech G502 Hero: lawas, tapi josss
Logitech G502 Hero dijual seharga Rp800 ribuan di toko daring

Siapa yang tak kenal dengan mouse gaming seri Logitech G502. Ini adalah mouse legendaris yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2014 silam, dan masih bertahan hingga kini. Dua tahun lalu, Logitech meluncurkan seri baru bernama G502 Hero Gaming Mouse. Di era ketika pembaruan produk bisa terjadi 2 kali setahun atau minimal sekali setahun, G502 Hero sudah termasuk lawas. Namun, performanya ternyata tetap josss. Saya sudah mengujinya selama dua pekan. Berikut selengkapnya.

Desain

Enggak ada yang baru di desain fisik Logitech G502 Hero. Logitech mempertahankan desain yang sudah terbukti disukai semua penggunanya. Agaknya, desainer Logitech mengikuti pakem “If it ain’t broke, don’t fix it.” 

Secara pribadi, saya menyukai desainnya. Artinya, cocok dengan tangan saya. Bobotnya juga enggak terlalu berat, hanya 139 gram. Jika kamu baru beralih dari mouse biasa, dan menganggap bobot G502 Hero terlalu berat, Logitech menyediakan opsi untuk mengurangi bobotnya hingga 18 gram. Caranya, buka penutup di bagian bawah, dan ambil plat-plat metal yang bisa dibongkar-pasang dengan mudah.

Bobot Logitech G502 Hero bisa dikurangi dengan mudah

Puter-puterannya (scroll wheel) juga sangat enak. Terbuat dari bahan metal, kita bisa menentukan kecepatan putarannya. Hanya dengan satu pencetan, kita bisa gulirkan puluhan sampai ratusan halaman dalam waktu sangat cepat.

Berdasarkan pengalaman bermain gim Apex Legends, puter-puteran ini sebaiknya dikunci saat bermain. Jika tidak, senjata akan tertukar secara terus menerus saat kita menggerakkan mouse untuk navigasi. Ngomong-ngomong soal navigasi, beberapa orang cenderung menyukai bobot mouse yang ringan, di bawah 100 gram. Saya termasuk yang menyukai mouse yang sedikit berat, seperti G502 Hero. Oleh karena itu, saya membiarkan bobotnya apa adanya saat bermain gim.

Pegangan (grip) Logitech G502 patut diacungi jempol. Di sebelah kiri dan kanan, misalnya, tekstur bodi sengaja dibuat lebih kesar agar pegangan kita lebih nempel. Ini sangat penting bagi orang yang menggerakkan mouse dengan pergelangan tangan. Tambahan kecil ini juga beguna banget buat pengguna yang menggerakkan mouse dengan lengan. Saya sendiri termasuk tipe yang pertama, dan setegang apa pun situasi permainan, jari saya enggak pernah terpeleset di G502 Hero.

DPI Logitech G502 Hero bisa diatur dengan mudah

Berdasarkan desainnya, Logitech G502 dirancang agar kita menggunakannya dengan jari yang menempel secara penuh. Saat bermain, saya cenderung tipe yang hanya menempelkan ujung jari. Untuk ukuran tangan saya, G502 Hero sangat enak dipakai. Saya enggak pernah salah pencet tombol saat bermain gim. Padahal, tombolnya ada banyak, tepatnya 11, dan bisa diprogram sesuai kebutuhan.

Performa

Untuk menggunakan Logitech G502 Heri secara penuh, kita harus mengunduh aplikasi Logitech G Hub. Kita bisa mengatur DPI hingga 16.000. Dalam penggunaan sehari-hari, kebanyakan orang sebetulnya tak membutuhkan DPI setinggi itu. Biasanya, rentang yang terpakai hanya 400 sampai 3000-an. 

Logitech G Hub memudahkan pengaturan G502 Hero

Selain itu, kita juga bisa memilih opsi USB report rate dari 125-1000Hz. Fitur yang juga tak kalah menarik adalah pengaturan lampu RGB. Kita bisa membuatnya statis, atau dinamis mengikuti musik.

Salah satu tombol yang pasti disukai penggemar FPS adalah tombol sniper. Tombol ini sebenarnya pintasan untuk menurunkan sensitivitas hingga minimum. Letaknya persis di sebelah kiri untuk dipencet menggunakan jempol. Penggunaan DPI minimum amat penting jika kamu sering menggunakan senjata berjenis sniper.

Tombol sniper alias pintasan untuk menurunkan DPI ke titik minimum

Tentu saja, sebelum bisa menggunakan fitur ini, kita harus mengatur terlebih dahulu preset yang kita mau. Logitech G502 Hero menyediakan higga 5 profil yang dapat kita simpan untuk kebutuhan yang berbeda-beda.

Sebagaimana pendahulunya, kita juga bisa mengatur Macro untuk bermacam kebutuhan. Jika tak ingin ribet, Logitech G Hub sudah menyediakan profil yang bisa kita tiru.

Pengaturan sensitivitas DPI sangat penting karena bisa menyesuaikan juga dengan meja kerja atau bermain kita. Sebagai contoh, selama menguji G502 Hero, meja saya relatif sempit, dan bahkan saya tak menggunakan mousepad. Saya meletakkan G502 di atas buku yang cover-nya kasar. Hasilnya, enak-enak saja. Saya bisa dengan mudah mengatur pergerakan karakter di Apex Legends dengan tepat dan presisi. 

Lalu, apa kekurangannya?

Terus terang, selama pengujian, saya belum menemukan kekurangannya. Mungkin saja, yang patut diperhatikan dari Logitech G502 adalah daya tahan saat digunakan dalam waktu lama. Kamu yang sudah punya pengalaman menggunakan mouse ini, monggo ceritakan di kolom komentar. 

 

 

90
Logitech G502 Hero Mouse Gaming
 
Keunggulan
  • Presisi
  • Fitur sangat lengkap
  • Nyaman
 
Kekurangan
  •  
  •  
  •  
 

 

Tag
Share
×
tekid
back to top