Review All In One

Review Acer Aspire U27 All In One, ringkas dan lumayan cepat

Dibanderol Rp23 juta-an, AIO ini menawarkan performa laptop dengan layar sentuh yang lebih lega dibandingkan dengan laptop sungguhan.

Review Acer Aspire U27 All In One, ringkas dan lumayan cepat Acer Aspire U27 (tek.id/benny)

Komputer All-in-one (AIO) masih menjadi salah satu perangkat pilihan para desainer yang biasa menggunakan software pengolah gambar. Ada beberapa keuntungan yang ditawarkan komputer AIO, salah satunya adalah desainnya yang ringkas.

Saat ini, banyak produsen yang menawarkan komputer AIO. Salah satunya adalah Acer dengan U27. Acer mengklaim, banyak keunggulan yang mereka berikan di dalam komputer AIO ini.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Acer umumkan hadirnya Swift 5 dan Swift 3

Acer kenalkan jajaran baru laptop ConceptD

Acer buka Exclusive Store, goda pengunjung dengan kursi gaming Predator Thronos


Jika penasaran, silakan simak ulasannya berikut ini.

Desain ringkas, cocok buat tempat kerja kecil

Kesan pertama saya ketika mengeluarkan komputer ini dari kotaknya adalah bobotnya yang cukup berat. Ini wajar karena semua bodinya terbuat dari metal.

Dengan dimensi 19,2 x 25,2 inci dengan ketebalan 0,5 inci, membuat AIO ini cukup dapat ditempatkan di mana saja. Meski begitu, sama seperti AIO lain, saya tak bisa membawa komputer ini dengan mudah.

Kaki-kakinya sangat kokoh dan terbuat dari bahan metal solid. Jadi, saya cukup yakin, komputer ini tidak akan jatuh meski tersenggol dengan cukup kencang.

Pergerakannya sangat terbatas. Dari posisi tegak lurus, pengguna hanya bisa mendorongnya hingga 30 derajat saja, mungkin kurang. Meski bisa dibilang wajar untuk mendapatkan kestabilan, seharusnya Acer mempertimbangkan untuk memberikan sudut tilt yang lebih besar.

Di bagian belakang, bodi U27 terbuat dari metal. Selain kokoh, desain ini membuat perangkat AIO ini terlihat sangat elegan. Di bagian belakang ini juga, pengguna dapat menemukan tiga USB 3.0, satu port LAN, satu HDMI in dan out, satu port thunderbolt 3.0, dan sebuah port daya.

Beralih ke bagian depan, Anda akan menemukan satu port USB 2.0 yang ditujukan untuk receiver mouse dan keyboard, sebuah jack 3,5mm, dan sebuah port card reader

Oh iya, di dalam paket penjualan, diberikan juga sepasang mouse dan keyboard wireless yang sangat menyerupai milik Apple. Saya memilih untuk tidak menggunakan kedua perangkat tersebut karena kurang nyaman untuk dipakai.

Layar lega, disertai multimedia lengkap

Di sisi layar, saya cukup terkesima. Memiliki lebar diagonal 27 inci, layar dari Aspire U27 memiliki panel IPS dengan resolusi full HD. 

Kelebihan lainnya adalah touch screen hingga 10 titik. Saat saya mencoba menggunakan jemari saya untuk mengedit sebuah gambar di aplikasi Adobe Photoshop, pengalamannya cukup menyenangkan.

Sayang, reproduksi warnanya kurang akurat. Meski begitu, saat saya menonton beberapa judul film di Netflix, saya cukup terkesima dengan detail karakter yang ditampilkan layar tersebut.

Selain layar yang cukup menawan, kelebihan lain yang ditawarkan Aspire U27 adalah speaker yang cukup lantang dan memiliki kualitas yang sangat baik. Padahal, komputer ini hanya memiliki speaker 2 watt di sisi kiri dan kanan.

Karena penempatan speaker yang diarahkan ke bawah, suara terpantul oleh permukaan tempat menyimpan komputer ini. Jadi, bagi Anda yang suka mendengarkan lagu, ia terasa kurang nikmat di telinga.

Terlebih saat mendengarkan lagu-lagu Jazz dan Blues yang penuh dengan dentingan bass dan gitar akustik, rasanya sedikit ‘renyah’ di telinga saya. Namun, jika Anda ingin mendengar lagu-lagu pop atau rock, mestinya speaker ini memiliki performa yang cukup baik.

Performa laptop yang kurang greget

Meski layar dan bentuk fisik dari Aspire U27 menyerupai komputer, sayang jeroan yang disematkan Acer bukan komponen komputer, melainkan komponen laptop. Hal ini terlihat jelas saat saya mengecek prosesornya yang ternyata menggunakan prosesor Intel Core i7-7500U.

Saat melakukan pengecekan lain, seperti tipe RAM yang menggunakan SODIMM DDR4 sebesar 8GB semakin memperlihatkan komputer ini menggunakan komponen laptop. Meski begitu, pengalaman menggunakan AIO ini bisa dibilang cukup baik.

Saat melakukan pengetesan beberapa benchmark sintetis, seperti Cinebench R15, 3DMark, dan PC Mark, sangat terasa U27 merupakan sebuah laptop. Tapi, saat saya mencoba menggunakan komputer tersebut untuk mengedit foto di Photoshop, terasa cukup menyenangkan.

Saat saya mulai mencoba untuk mengedit video singkat, saya merasakan kendala yang cukup berarti. Mulai dari kemampuan prosesor yang kurang baik, ditambah dengan kapasitas RAM yang cukup kecil. Pengalaman mengedit video cukup membuat saya naik pitam.

Saat mencoba bermain beberapa gim, seperti DOTA 2 dan CS:GO, saya harus pasrah dengan tampilan grafisnya. Bahkan, di pengaturan low, kedua gim ini kesusahan mendapatkan frame rate di angka 30fps.

Untung saja, saat saya mencoba menggunakan U27 untuk tugas harian, seperti menjelajah internet sambil mendengarkan lagu di aplikasi Spotify dan membuka aplikasi Word, komputer ini bisa bertahan dengan baik.

Itu pun sampai saya membuka 10 peramban sekaligus. Saat saya mencoba untuk membuka hingga 15 tab, perangkat ini langsung kewalahan. Bahkan, beberapa kali saya harus menghentikan paksa peramban saya.

Untuk masalah pendistribusian panas, saya cukup terkejut saat menyadari AOI ini tidak menggunakan satu kipas pun di dalamnya. Acer mengklaim menggunakan, teknologi Fanless LiquidLoop di perangkat ini.

Sayang, teknologi ini kurang kuat untuk mengantisipasi panas saat menggunakan U27. Menggunakan aplikasi, tercatat panas prosesor mencapai 87 derajat celcius. Di bagian casing, panasnya mencapai 39 derajat celcius saat saya cek menggunakan thermal gun.

U27 ini memiliki sebuah kamera Infrared di samping kamera 1080p, yang sayangnya tidak diketahui resolusinya. Dengan ditanamkannya kamera IR tersebut, saya dapat membuka AIO ini dengan hanya wajah saya saja.

Kesimpulan

Dihargai Rp22,9 juta, AIO ini bisa dibilang seperti menggunakan laptop, namun di layar yang lebih lebar.  Aspire U27 ini sangat cocok digunakan bagi mereka yang bekerja di bidang desain grafis dan menggunakan aplikasi pengolah gambar, seperti Adobe Photoshop.

Begitu juga bagi Anda yang ingin memiliki komputer harian yang memiliki desain yang elegan. Komputer ini bisa mendampingi pekerjaan harian Anda dengan cukup baik.

 

 
Acer Aspire U27
Bagus ...
  • Layar touchscreen lebar
  • Desain kompak
  • Sudah pakai pemindai wajah untuk login
Kurang ...
  • Hardware kelas laptop
  • Sudut tilt kurang lega
  • Paket keyboard dan mouse kurang nyaman
Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: