×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

Sektor Kecantikan Dongkrak Lonjakan Produk FMCG di E-Commerce Hingga 168 Persen

Oleh: Tek ID - Rabu, 18 Februari 2026 21:25

Pasar kecantikan dorong FMCG e-commerce tumbuh 168% di 2025, namun 1.900 brand tersingkir akibat ketatnya persaingan.

Sektor Kecantikan Dongkrak Lonjakan Produk FMCG di eCommerce llustrasi e-commerce

Industri Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) di e-commerce Indonesia mencatat pertumbuhan signifikan dalam empat tahun terakhir. 

Data Compas.co.id yang dipaparkan dalam ajang EPIC Awards 2026 menunjukkan nilai transaksi FMCG melonjak 168,7%, dari Rp48 triliun pada 2022 menjadi Rp129 triliun pada akhir 2025.

Di tengah tekanan ekonomi global, pasar e-commerce domestik justru memperlihatkan daya tahan yang kuat. 

Sektor kecantikan menjadi penggerak utama pertumbuhan dengan kenaikan 204,5% sejak 2022. 

Kategori parfum bahkan mencatat lonjakan 306,7%, dengan segmen parfum pria tumbuh 70% sepanjang 2025, didorong inovasi brand lokal yang semakin agresif.

Tak hanya kecantikan, kategori Makanan & Minuman juga tumbuh 147%. Salah satu tren paling menonjol adalah pembelian dalam jumlah besar atau “kartonan” yang melonjak hingga 563%. 

Pola ini mencerminkan perubahan perilaku konsumen menuju pembelian yang lebih efisien secara harga per unit.

Namun, di balik pertumbuhan tersebut, terjadi persaingan yang semakin ketat. Lebih dari 1.900 brand FMCG tercatat keluar dari pasar karena tidak mampu beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen dan dinamika platform digital.

CEO Compas.co.id Hanindia Narendrata menilai strategi adaptasi menjadi kunci utama memenangkan persaingan di 2026.

“Kunci memenangkan kompetisi di 2026 adalah adaptasi. Brand perlu memahami bahwa Shopee kini berperan sebagai Efficiency Hub, yaitu platform yang digunakan konsumen untuk belanja rutin secara cepat, praktis, dan hemat. Sementara itu, Shop Tokopedia Group (STG) menjadi Discovery Engine, yakni tempat konsumen menemukan dan mengenal produk baru melalui fitur shoppertainment seperti live shopping dan konten video,” ujarnya.

Dalam peta persaingan marketplace 2025, Shopee masih memimpin pangsa pasar dengan 55,9%. 

Namun, Shop Tokopedia Group (STG) mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 59% pasca-merger dengan TikTok Shop, melampaui rata-rata pertumbuhan industri.

Compas juga mencatat meningkatnya minat terhadap produk multifungsi. Penjualan suplemen dengan kandungan Astaxanthin, misalnya, melonjak 477%, mencerminkan preferensi konsumen terhadap produk dengan manfaat ganda dalam satu pembelian.

Narendrata menekankan pentingnya pemanfaatan data untuk memahami dinamika pasar. 

“Compas.co.id menyarankan bagi pemilik brand FMCG di E-commerce untuk terus mempelajari behavior dari konsumennya dan melakukan pemanfaatan data dengan cerdik dan taktis agar bisa memahami dinamika kompetisi di e-commerce dan memenangkan persaingan,” tutupnya.

Dengan pertumbuhan yang tinggi namun kompetisi yang semakin selektif, 2026 diprediksi menjadi tahun penentu bagi brand FMCG untuk bertahan dan berkembang di ekosistem e-commerce Indonesia.

×
back to top