Belanja Ramadan Melejit, Compas Prediksi Pasar FMCG E-commerce Indonesia Tembus Rp155 Triliun di 2026
Compas.co.id memprediksi pasar FMCG e-commerce Indonesia mencapai Rp155 triliun pada 2026, dipicu lonjakan belanja Ramadan seperti kue kering dan kosmetik.
Ilustrasi e-commerce
Lonjakan konsumsi masyarakat selama Ramadan kembali menjadi indikator penting bagi pergerakan industri barang konsumsi cepat saji (FMCG) di Indonesia.
Berdasarkan laporan Compas.co.id FMCG E-commerce Outlook Report 2026, pasar FMCG e-commerce nasional diperkirakan dapat menembus Rp155 triliun pada akhir 2026.
Prediksi ini didasarkan pada analisis pola belanja konsumen selama Ramadan 2025, yang menunjukkan peningkatan signifikan pada sejumlah kategori produk, khususnya makanan, minuman, serta produk kecantikan menjelang Idul Fitri.
Memasuki sepuluh hari terakhir menuju Lebaran tahun ini, Compas mencatat perilaku konsumen Indonesia cenderung meningkat tajam dalam membeli berbagai produk untuk kebutuhan jamuan hari raya sekaligus persiapan penampilan saat bersilaturahmi.
Pada kategori Makanan dan Minuman (F&B), tren belanja menunjukkan lonjakan yang sangat kuat. Fenomena pantry stocking atau kebiasaan menimbun stok makanan menjelang hari raya menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan.
Data Compas menunjukkan sub-kategori biskuit dan kue kering mencatat pertumbuhan tertinggi dengan lonjakan mencapai 131 persen selama Ramadan 2025. Produk ini menjadi salah satu hidangan yang paling banyak dicari untuk menyambut tamu saat Lebaran.
Selain kue kering, pertumbuhan juga terlihat pada produk kacang-kacangan yang meningkat 124 persen, diikuti oleh makanan siap saji yang naik 82 persen, serta cokelat dengan kenaikan 54 persen.
Tidak hanya makanan, momen Ramadan juga mendorong peningkatan konsumsi di sektor kecantikan. Kebutuhan untuk tampil lebih maksimal saat bersilaturahmi membuat kategori beauty memberikan kontribusi besar terhadap pasar FMCG secara keseluruhan.
Compas mencatat kategori kecantikan menyumbang 52,1 persen dari total nilai pasar FMCG selama periode Ramadan.
Pertumbuhan paling mencolok terjadi pada produk kosmetik dekoratif. Foundation mencatat lonjakan hingga 96 persen, diikuti oleh maskara yang meningkat 65 persen, serta bedak yang tumbuh 43 persen.
Di sisi lain, tren gaya hidup sehat juga ikut memengaruhi perilaku konsumen. Kategori suplemen kecantikan tercatat meningkat 66 persen, menunjukkan semakin kuatnya tren wellness atau konsep “cantik dari dalam” yang banyak diminati selama bulan puasa.
CEO Compas.co.id Hanindia Narendrata mengatakan lonjakan musiman selama Ramadan menjadi indikator penting dalam membaca potensi pertumbuhan industri FMCG secara keseluruhan.
“Adanya lonjakan musiman dari perayaan Ramadan setiap tahunnya membuat Compas.co.id semakin optimistis bahwa di penghujung tahun 2026, pasar FMCG e-commerce Indonesia akan menembus angka Rp155 triliun,” ujarnya.
Menurut Hanindia, pola konsumsi selama Ramadan tidak hanya mencerminkan kebutuhan musiman, tetapi juga memberikan gambaran yang lebih luas mengenai perubahan perilaku belanja masyarakat Indonesia yang semakin mengandalkan platform digital.
Compas menilai pemanfaatan data analitik menjadi semakin penting bagi pelaku industri FMCG dalam merumuskan strategi distribusi, pemasaran, serta pengelolaan stok produk di tengah dinamika pasar e-commerce yang terus berkembang.









