×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

Transaksi FMCG di E-Commerce Tembus Rp40 Triliun di Q1 2026, Beauty dan F&B Jadi Mesin Pertumbuhan

Oleh: Tek ID - Senin, 30 Maret 2026 17:20

Penjualan FMCG e-commerce tembus Rp40 triliun di Q1 2026, didorong beauty dan F&B serta dominasi Shopee dan ShopTokopedia

Transaksi FMCG di E-Commerce Tembus Rp40 Triliun di Q1 2026 Ilustrasi bertransaksi di e-commerce. dok. pixabay

Pasar FMCG e-commerce Indonesia memasuki fase pertumbuhan baru. Laporan terbaru dari Compas.co.id mencatat total penjualan sektor ini menembus Rp40 triliun sepanjang Januari hingga pertengahan Maret 2026—menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Capaian ini melampaui rekor sebelumnya pada kuartal IV 2025 sebesar Rp39,6 triliun, sekaligus menandakan akselerasi konsumsi digital yang semakin kuat, terutama didorong momentum Ramadan dan Lebaran.

Dari sisi kategori, sektor kecantikan (beauty) masih menjadi kontributor terbesar dengan nilai penjualan mencapai Rp18,6 triliun atau tumbuh 33 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). 

Namun, lonjakan paling signifikan justru datang dari kategori makanan dan minuman (F&B) yang tumbuh hingga 88 persen YoY dengan total Rp10,3 triliun.

Sementara itu, kategori homecare mencatat pertumbuhan tertinggi secara persentase, melonjak 96 persen YoY menjadi Rp2 triliun, didorong peningkatan permintaan produk kebutuhan rumah tangga seperti tisu dan pembersih. 

Kategori healthcare juga menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan 40 persen YoY, sedangkan mom & baby relatif stabil di angka Rp3,2 triliun.

Laporan ini juga menyoroti perubahan struktur pasar. Meski nilai penjualan meningkat, jumlah brand aktif justru menurun di sebagian besar kategori. 

Fenomena ini mengindikasikan konsolidasi pasar, di mana pertumbuhan semakin terkonsentrasi pada brand yang mampu mengoptimalkan strategi platform, diskon, dan kemasan produk.

“Pertumbuhan kini semakin terkonsentrasi pada brand yang bermain lebih strategis—memanfaatkan platform yang tepat, arsitektur diskon yang terukur, dan strategi kemasan yang relevan,” tulis Compas.co.id dalam analisisnya.

Dari sisi platform, persaingan juga semakin tajam. Shopee dan Tokopedia melalui ekosistem ShopTokopedia mendominasi pertumbuhan di hampir semua kategori.

ShopTokopedia mencatat pertumbuhan tertinggi, terutama di kategori F&B dan beauty, sementara Shopee tetap menjadi platform dengan volume transaksi terbesar dan pertumbuhan stabil. 

Sebaliknya, Lazada dan Blibli mengalami tekanan dengan penurunan kinerja di berbagai kategori.

Strategi promosi juga menunjukkan perbedaan karakter antar platform. Di Shopee, lebih dari 90 persen transaksi terjadi tanpa diskon besar, mencerminkan kuatnya permintaan organik. Sementara di ShopTokopedia, diskon moderat hingga besar menjadi faktor utama konversi penjualan.

Ke depan, Compas.co.id memproyeksikan pasar FMCG e-commerce tetap kuat pada kuartal II 2026 dengan nilai mencapai Rp46,7 triliun. 

Meski sedikit lebih rendah dari Q1, angka tersebut masih jauh melampaui performa sepanjang 2025.

Tag

Tagar Terkait

×
back to top