Mekari Desty Bantu Merchant Kelola Bisnis Multi-Channel dari Satu Dashboard
Mekari meluncurkan Desty, platform omnichannel terintegrasi yang menyinkronkan penjualan, stok, dan keuangan untuk UMKM serta merchant digital.
Platform Mekari Desty. dok. Mekari
Mekari meluncurkan Mekari Desty, platform omnichannel commerce yang mengintegrasikan operasional penjualan di berbagai kanal dengan pengelolaan stok, pengiriman, hingga pembukuan dalam satu ekosistem.
Solusi ini ditujukan untuk membantu pelaku UMKM dan ritel digital mengatasi kompleksitas operasional saat berjualan melalui banyak platform sekaligus.
Peluncuran Mekari Desty dilakukan di tengah pesatnya pertumbuhan perdagangan digital di Indonesia. Di balik tingginya transaksi e-commerce, banyak merchant menghadapi tantangan operasional, mulai dari perbedaan data stok antarkanal, pesanan yang terlewat, hingga proses rekap keuangan yang masih dilakukan secara manual dan memakan waktu.
Chief Executive Officer Mekari Suwandi Soh mengatakan tantangan terbesar pelaku usaha saat ini bukan lagi menarik pelanggan, melainkan memastikan seluruh proses operasional berjalan selaras agar bisnis dapat berkembang secara berkelanjutan.
- Transaksi FMCG di E-Commerce Tembus Rp40 Triliun di Q1 2026, Beauty dan F&B Jadi Mesin Pertumbuhan
- Ramadan 2026 Picu Lonjakan Belanja Online, Flip Catat Transaksi Naik hingga 42 Persen
- Belanja Ramadan Melejit, Compas Prediksi Pasar FMCG E-commerce Indonesia Tembus Rp155 Triliun di 2026
- Sektor Kecantikan Dongkrak Lonjakan Produk FMCG di E-Commerce Hingga 168 Persen
"Selama ini, banyak pelaku bisnis di Indonesia berhasil membangun brand yang kuat di kanal penjualan mereka, tetapi operasional back-office yang tidak sinkron justru menjadi batas tertinggi pertumbuhan mereka. Kehadiran Mekari Desty dalam ekosistem kami adalah jawaban atas kesenjangan itu. Kami tidak hanya membantu bisnis berjualan lebih banyak, namun kami membantu mereka tumbuh dengan fondasi yang kokoh dan data yang bisa diandalkan untuk setiap keputusan strategis," ujar Suwandi.
Mekari menyebut tantangan tersebut juga sejalan dengan temuan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang menunjukkan rendahnya produktivitas banyak UMKM modern dipengaruhi oleh terbatasnya adopsi teknologi digital dan rumitnya integrasi data antarplatform.
Akibatnya, pelaku usaha masih bergantung pada proses manual yang berpotensi memicu kesalahan pencatatan stok, keterlambatan pemrosesan pesanan, hingga laporan keuangan yang kurang akurat.
Melalui Mekari Desty, merchant dapat mengelola penjualan dari berbagai kanal dalam satu dashboard.
Platform ini terhubung dengan berbagai marketplace seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, dan Blibli, platform social commerce seperti TikTok Shop dan WhatsApp, serta website mandiri berbasis Shopify, WooCommerce, dan Plugo.
Seluruh pesanan dari berbagai kanal tersebut akan tersinkronisasi secara real-time dengan data stok, status pengiriman, dan pencatatan keuangan. Integrasi ini dirancang untuk mengurangi pekerjaan administratif sekaligus meminimalkan risiko kesalahan akibat pengelolaan data secara terpisah.
Owner Moxie Inconspiracy Bambang mengaku sistem tersebut membantu bisnisnya menjaga akurasi stok di berbagai marketplace.
"Kehadiran platform ini sangat membantu kami, terutama dalam menyinkronkan stok di seluruh marketplace. Setelah menggunakan Desty Omni, kami tidak lagi khawatir dengan risiko kehabisan produk atau stok yang tidak tercatat, sehingga pengelolaan inventaris menjadi lebih aman dan efisien," ujarnya.
Mekari Desty juga terhubung dengan layanan lain dalam ekosistem Mekari. Integrasi dengan Mekari Qontak memungkinkan pengelolaan percakapan pelanggan dari berbagai kanal secara terpusat, sedangkan seluruh transaksi dapat otomatis tercatat di Mekari Jurnal untuk kebutuhan pembukuan dan pelaporan keuangan.
Bagi pelaku usaha yang memiliki toko fisik, sinkronisasi dengan Mekari POS memastikan data stok online dan offline tetap konsisten.
Perusahaan juga menerapkan model pembayaran pay-as-you-grow, sehingga biaya penggunaan menyesuaikan volume transaksi dan kebutuhan bisnis.
Skema ini diharapkan memberi fleksibilitas bagi UMKM yang tengah bertumbuh tanpa harus terbebani biaya tetap ketika aktivitas penjualan sedang menurun.
Untuk mendukung pengambilan keputusan, Mekari menghadirkan Mekari Airene, asisten berbasis kecerdasan buatan yang menganalisis data penjualan dan keuangan dalam satu ekosistem.
Teknologi tersebut mampu memberikan rekomendasi bisnis secara proaktif, seperti menyarankan penambahan stok ketika permintaan suatu produk meningkat berdasarkan tren penjualan dan proyeksi arus kas.
Saat ini, ekosistem Mekari digunakan oleh lebih dari 55.000 pelanggan bisnis, melayani lebih dari 4.000 pengguna aktif, serta didukung sertifikasi ISO 27001 untuk standar keamanan informasi.









