Rahasia iklan mobile Harbolnas 2017

Inmobi menjadi rekanan penyedia iklan mobile resmi Harbolnas 2017. Performa dan teknologinya terhitung efektif.

Harbolnas 2017 yang berlangsung 12 Desember punya satu rekanan baru, yaitu Inmobi sebagai Official Ad Tech. Prashant Choudhary, Director Sales Inmobi South East Asia, menerangkan, pada dasarnya, Inmobi mampu mendorong orang untuk berbelanja melalui iklan tertarget di dalam ponsel pintar masing-masing. Pada momen Harbolnas 12 Desember, misalnya, Inmobi tahu orang-orang juga tidak langsung mengunjungi e-commerce untuk mencari barang.

"Kami merangsang orang untuk berkunjung dengan menampilkan iklan yang sesuai dengan jejak perilaku mereka berbelanja online sebelumnya," kata Prashant.


BACA JUGA

Rahasia membidik penonton YouTube yang tepat

Remarketing: membuat email marketing yang “dibaca”

BuzzFeed ubah gaya iklan digital mereka ke bentuk kuis


Inmobi menjelaskan, mereka adalah platform inovatif yang mampu membuat iklan berbeda-beda bagi setiap orang. Misi mereka di Indonesia adalah membantu e-commerce membuat iklan kepada pelanggan secara spesifik.

Prashant menjelaskan, dalam dua hari, 11-12 Desember, pihaknya sudah menggapai sekitar 23 juta pelanggan di Indonesia. Pelanggan tersebut sebelumnya telah melakukan pembelian di ekosistem digital. Inmobi menggunakan data ini untuk mendorong penjualan Lazada lewat iklan carousel dan video. Ini tidak bisa dilakukan televisi, radio, ataupun billboard. Ini hanya bisa dilakukan oleh platform iklan digital.

"Lalu, kami pun menayangkan 1 miliar iklan kepada 23 juta pelanggan ini. Artinya, ada empat iklan bagi satu pelanggan," katanya.

Selain itu, Inmobi juga menyuguhkan iklan video, sampai iklan natif. Bagaimana dengan performa iklannya?

Menurut Prashant, 5 persen dari 23 juta pelanggan yang mereka targetkan melakukan klik ke dalam iklan yang terpampang. Itu berarti, ada 1,1 juta orang yang mengklik iklan yang ditayangkan Inmobi.

Sejauh ini, mereka telah bekerjasama dengan Detik, View, Path, BBM, Lazada, Liputan6, gim seperti Subway Surfer, Talking Tom, Line Game, dan sebagainya. 

Kendati begitu, Prashant tidak bisa menyebutkan, mana kanal distribusi iklan paling efektif , "Bicara soal iklan, sama halnya dengan bicara soal momen yang pas. Jadi, saya tidak bisa memberi tahu, mana platform paling efektif untuk beriklan, apakah lewat baner di situs berita atau di aplikasi live streaming seperti View. Pengguna umumnya mengakses iklan yang menurut mereka menarik. Jadi, kita menunjukkan empat iklan kreatif. Bisa jadi pada iklan pertama mereka tidak tertarik," katanya.

Bahkan bagi pengguna yang belum pernah berbelanja online di e-commerce pun, Inmobi bisa memprediksi perilaku konsumsinya. Inmobi menggali data perilaku konsumen dengan cara mencari tahu kebiasaan membaca berita ataupun menikmati hiburan di ponsel pintar. Kemudian, lewat data terebut, inmobi memprediksi karakter konsumen.

"Dari situ kami bisa membuat data profil yang mendekati kebiasaan Anda sebenarnya," ungkap Prashant. "Akurasinya 90 persen. Karena mengamati perilaku mereka dalam mengkonsumsi aplikasi yang biasa mereka pakai." 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: