Hewan Peliharaan Kini Juga Bisa Miliki Perangkat Teknologi Berbasis AI
Perusahaan rintisan Satellai mengembangkan kalung anjing berbasis kecerdasan buatan (AI) yang bisa mendeteksi perilaku dan kesehatan anabul.
Kalung anjing berbasis AI yang dikembangkan oleh Satellai. dok. Satellai
Revolusi teknologi terus bertumbuh dan manfaatnya bukan hanya dirasakan manusia, bahkan hewan peliharaan pun kini bisa dilengkapi perangkat berbasis kecerdasan buatan (AI).
Di ajang CES 2026, startup teknologi hewan peliharaan, Satellai memperkenalkan kalung pintar untuk anjing yang dirancang untuk memantau kesehatan dan mendeteksi perubahan perilaku sejak dini.
Diberi nama Satellai Collar Go, kalung pintar berbasis AI ini dirancang untuk membantu pemilik memahami kondisi kesehatan anjing mereka.
Berbeda dari pelacak aktivitas hewan pada umumnya yang hanya menghitung langkah atau jarak tempuh, Satellai membawa pendekatan yang lebih ambisius.
- Nvidia Perkenalkan Chip AI Vera Rubin, Klaim 5 Kali Lebih Bertenaga dari Generasi Sebelumnya
- Investor Prediksi AI Akan Pangkas Tenaga Kerja pada 2026, Makin Sulit Dapat Kerja?
- AI dan Otomatisasi Diprediksi Jadi Penopang Operasional Cerdas Pelaku Industri di 2026
- OpenAI Perkuat Pertahanan ChatGPT Atlas untuk Halau Serangan Prompt Injection
Melalui platform Petsense AI, kalung ini mengumpulkan data lokasi, pergerakan, pola tidur, hingga suhu tubuh, lalu mengolahnya menjadi insight tentang kesejahteraan anjing secara menyeluruh.
Alih-alih sekadar menampilkan grafik dasar seperti jumlah langkah, Petsense AI dirancang untuk mengenali perubahan kecil dalam aktivitas mulai dari waktu istirahat, hingga rutinitas harian anjing. Tujuannya adalah membantu pemilik mendeteksi potensi masalah kesehatan sebelum gejalanya terlihat jelas.
Satellai menyebut pendekatan ini sebagai langkah menuju pembuatan “digital twin” untuk anjing, yakni profil digital yang dibangun dari waktu ke waktu berdasarkan ras, usia, dan riwayat perilaku.
Secara teori, sistem ini dapat membantu pemilik hewan mengenali tanda awal penyakit atau setidaknya melakukan konsultasi yang lebih informatif dengan dokter hewan.
Seperti banyak wearable hewan modern pada umumnya, Satellai dilengkapi dengan GPS tracking dan geofencing, yang memungkinkan pemilik memantau posisi anjing saat melepas anjing di ruang terbuka.
Dari sisi perangkat keras, Satellai Collar Go diklaim tahan air dan diklaim memiliki daya tahan baterai hingga 15 hari dalam sekali pengsian daya.
Satellai sebelumnya telah merilis edisi pertama kalung pintar dan pelacak anjing pada CES 2025. Perbedaan utama pada generasi terbaru ini terletak pada fokus prediktif.
Satellai memposisikan kalung ini sebagai alat proaktif yang mampu memberi peringatan dini saat terjadi perubahan perilaku yang tidak biasa, meski klaim tersebut masih perlu dibuktikan dalam penggunaan sehari-hari.
Untuk saat ini, produk ini difokuskan khusus untuk anjing, meskipun Satellai mengisyaratkan dukungan untuk kucing dapat menyusul di masa mendatang.
Petsense AI sendiri akan digulirkan sebagai pembaruan gratis bagi pengguna perangkat Satellai sebelumnya.
Kalung ini dipasarkan dengan harga 79 dolar AS, atau sekitar Rp1,3 jutaan dan menjadi 67 dolar AS (Rp1 jutaan) setelah diskon peluncuran 15 persen.
Namun, untuk menikmati fitur lengkap termasuk pemantauan kesehatan, aktivitas, dan dukungan multi-anjing, pengguna perlu berlangganan, dengan tarif mulai dari 6 dolar AS hingga 12 dolar AS atau sekitar Rp100 ribu sampai Rp200 ribu per bulan, tergantung durasi paket.









