×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

Red Hat Luncurkan AI Enterprise, Platform Terpadu untuk Mengubah Eksperimen AI Menjadi Operasi Bisnis

Oleh: Tek ID - Rabu, 04 Maret 2026 15:10

Red Hat meluncurkan AI Enterprise, platform terpadu untuk mengelola model, agen, dan aplikasi AI di hybrid cloud agar siap digunakan di lingkungan bisnis.

Red Hat Luncurkan Platform Terpadu AI Enterprise Logo Red Hat

Perkembangan kecerdasan buatan di lingkungan bisnis kini memasuki fase baru. Jika sebelumnya banyak perusahaan masih berada pada tahap eksperimen, kini kebutuhan beralih ke implementasi AI yang stabil, terkelola, dan siap digunakan dalam operasi sehari-hari semakin meningkat.

Menjawab kebutuhan tersebut, Red Hat meluncurkan Red Hat AI Enterprise, sebuah platform AI terpadu yang dirancang untuk menjalankan dan mengelola model, agen, serta aplikasi AI di lingkungan hybrid cloud. 

Platform ini melengkapi portofolio solusi AI Red Hat yang sebelumnya telah mencakup Red Hat AI Inference Server, Red Hat OpenShift AI, dan Red Hat Enterprise Linux AI.

Peluncuran ini juga disertai dengan hadirnya Red Hat AI 3.3, versi terbaru yang membawa berbagai pembaruan dan peningkatan kemampuan di seluruh ekosistem AI perusahaan.

Secara keseluruhan, Red Hat AI Enterprise menghadirkan pendekatan full-stack yang mengintegrasikan seluruh siklus hidup AI, mulai dari infrastruktur hingga agen AI, dalam satu platform. 

Integrasi ini dibangun di atas fondasi Red Hat Enterprise Linux dan Red Hat OpenShift, dua platform yang telah lama digunakan di berbagai lingkungan enterprise.

Pendekatan ini bertujuan membantu organisasi keluar dari fase eksperimen AI yang terfragmentasi, menuju implementasi AI yang lebih terstandarisasi dan dapat dioperasikan secara konsisten di lingkungan bisnis.

Vice President and General Manager AI Business Unit Red Hat Joe fernandes mengatakan agar AI benar-benar memberikan nilai bisnis, teknologi ini harus menjadi bagian inti dari sistem perusahaan, bukan sekadar proyek teknologi yang berdiri sendiri.

“Untuk memberikan nilai bisnis yang nyata, AI harus dioperasionalkan sebagai komponen inti pada software stack di enterprise, bukan sebagai sistem yang terisolasi. Red Hat AI Enterprise dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara infrastruktur dan inovasi melalui platform terpadu yang mencakup infrastruktur fisik hingga agen AI,” ujarnya.

Ia menambahkan integrasi antara kemampuan tuning, agentic AI, serta fondasi teknologi seperti Red Hat Enterprise Linux dan Red Hat OpenShift memungkinkan organisasi membangun ekosistem AI yang lebih matang.

“Dengan Red Hat AI 3.3 organisasi bisa bergerak maju dari fase uji coba yang terfragmentasi ke fase operasional AI yang terkelola, repeatable, dan berperforma tinggi di lingkungan hybrid cloud,” kata Fernandes.

Secara teknis, Red Hat AI Enterprise dirancang untuk menghadirkan berbagai kemampuan utama dalam satu platform. Sistem ini memungkinkan organisasi menjalankan proses AI inference berperforma tinggi, melakukan penyesuaian model, hingga menerapkan dan mengelola agen AI secara fleksibel di berbagai lingkungan teknologi.

Didukung oleh Red Hat OpenShift sebagai platform Kubernetes hybrid cloud, solusi ini memungkinkan operasional AI yang lebih konsisten dengan tingkat keamanan yang kuat di berbagai infrastruktur.

Untuk mendukung pengembangan AI berbasis GPU, Red Hat juga bekerja sama dengan NVIDIA melalui solusi Red Hat AI Factory with NVIDIA. 

Kolaborasi ini menggabungkan Red Hat AI Enterprise dengan NVIDIA AI Enterprise untuk mempercepat implementasi dan meningkatkan skala produksi AI di lingkungan enterprise.

Selain peluncuran platform baru, Red Hat juga memperkenalkan sejumlah peningkatan melalui versi Red Hat AI 3.3. Pembaruan ini memperluas dukungan model AI yang dapat digunakan organisasi, termasuk model seperti Mistral-Large-3, Nemotron-Nano, hingga Apertus-8B-Instruct yang telah divalidasi untuk penggunaan produksi.

Platform ini juga menghadirkan fitur Models-as-a-Service (MaaS) yang memungkinkan tim IT menyediakan akses mandiri ke model AI melalui API yang dikelola secara terpusat. Pendekatan ini mempermudah organisasi menyediakan layanan AI secara on-demand bagi berbagai tim internal.

Di sisi infrastruktur, Red Hat juga memperluas dukungan perangkat keras, termasuk kemampuan menjalankan AI generatif di CPU serta sertifikasi untuk GPU generasi terbaru seperti NVIDIA Blackwell Ultra dan akselerator AMD MI325X.

Selain itu, Red Hat AI 3.3 menghadirkan berbagai peningkatan dalam hal observability dan keamanan AI. 

Sistem ini menyediakan visibilitas yang lebih luas terhadap performa model, penggunaan sumber daya, hingga perilaku aplikasi AI secara real-time.

×
back to top