Drone Thermal Jadi Solusi Deteksi Dini Kebakaran Perkebunan, Respons Bisa Lebih Cepat
Drone thermal dengan AI bantu deteksi hotspot kebakaran perkebunan secara real-time, percepat respons dan kurangi risiko meluas.
Drone Thermal melakukan pemantauan di area perkebunan. dok. Halo Robotics
Indonesia masih menghadapi risiko kebakaran hutan dan lahan setiap tahun.
Tercatat lebih dari 500 kasus kebakaran terjadi di berbagai wilayah, dengan dampak yang tidak hanya merugikan lingkungan, tetapi juga aktivitas ekonomi dan kesehatan masyarakat.
Di sektor perkebunan dan kehutanan, tantangan terbesar bukan hanya memadamkan api, tetapi mendeteksi titik panas sejak dini sebelum meluas.
Selama ini, pengawasan konvensional seperti patroli manual atau menara pengawas memiliki keterbatasan cakupan, jarak pandang, serta membutuhkan banyak tenaga kerja di lapangan.
- Teknologi Drone Bantu Industri Pertambangan Hitung Volume Stockpile dengan Data Presisi
- Sensor Sniffer4D Nano 2+ Permudah Inspeksi Pipa Migas Berbasis Drone, Deteksi Lebih Aman dan Presisi
- Drone Berbasis LiDAR Bantu Inspeksi Jalur Listrik Lebih Cepat dan Aman
- Pemantauan Emisi Metana Berbasis Drone Dorong Transparansi Operasi Migas
Teknologi drone thermal mulai menjadi alternatif yang lebih efisien. Sistem drone otomatis seperti DJI Dock 3 (M4TD) mampu beroperasi secara rutin dan terjadwal untuk memantau area luas, termasuk wilayah berisiko tinggi yang sulit dijangkau.
Drone ini memanfaatkan kamera visual dan sensor thermal untuk mendeteksi titik panas (hotspot) maupun indikasi asap.
Data yang ditangkap kemudian dianalisis menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk mengidentifikasi potensi kebakaran.
Hasil analisis tersebut dikirim secara langsung ke pusat kendali melalui platform seperti DJI FlightHub 2, sehingga tim di lapangan dapat segera melakukan verifikasi dan penanganan.
“Sistem drone otomatis mampu deteksi dini sebelum api meluas, sehingga langkah pemadaman bisa dilakukan lebih cepat dan terarah,” ujar Halo Robotics, distributor DJI Dock 3 di Indonesia.
Dengan pendekatan ini, proses pengawasan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada patroli fisik. Drone dapat melakukan patroli otomatis secara berkala, memastikan pemantauan berjalan konsisten tanpa celah waktu yang berisiko.
Selain mendukung deteksi dini, sistem ini juga menyediakan dokumentasi visual beresolusi tinggi.
Data tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan investigasi, audit, maupun evaluasi pola kebakaran di suatu wilayah.
Dalam jangka panjang, pendekatan berbasis data ini dinilai lebih efisien dibandingkan patroli manual berskala besar.
Penerapan drone thermal dalam pengawasan kebakaran menunjukkan perubahan cara industri perkebunan, kehutanan, dan lembaga konservasi mengelola risiko.
Dengan deteksi real-time dan respons yang lebih cepat, potensi kerugian akibat kebakaran dapat ditekan sebelum berkembang menjadi bencana yang lebih besar.









