Teknologi Drone Bantu Industri Pertambangan Hitung Volume Stockpile dengan Data Presisi
Teknologi drone dan AI percepat perhitungan volume stockpile tambang dengan model 3D presisi sentimeter dan data lebih akurat.
Teknologi drone digunakan oleh praktisi pertambangan. dok. Halo Robotics
Teknologi drone semakin mengubah cara industri pertambangan melakukan perhitungan volume stockpile dan analisis topografi tambang.
Di tengah tuntutan efisiensi dan akurasi operasional, metode survei konvensional dinilai semakin tertinggal karena memakan waktu berhari-hari dan melibatkan banyak personel di area berisiko tinggi.
Dalam operasional tambang, ketepatan data volume material dan perubahan kontur lahan bukan sekadar angka administratif. Kesalahan perhitungan dapat berdampak langsung pada laporan produksi, perencanaan hauling, hingga evaluasi progres pit.
Karena itu, kebutuhan terhadap data yang cepat, akurat, dan aman terus meningkat.
- Drone Kargo DJI FlyCart 100 Jadi Solusi Distribusi Pupuk di Perkebunan Terpencil
- Ancaman Drone Ilegal Meningkat, Teknologi Anti-Drone LZ Tech Jadi Solusi Pengamanan Fasilitas Strategis
- Drone Thermal Jadi Solusi Deteksi Dini Kebakaran Perkebunan, Respons Bisa Lebih Cepat
- Sensor Sniffer4D Nano 2+ Permudah Inspeksi Pipa Migas Berbasis Drone, Deteksi Lebih Aman dan Presisi
Pendekatan terbaru memanfaatkan integrasi drone industri seperti DJI Matrice 4 Enterprise (M4E), yang dikombinasikan dengan sistem Emlid RTK GNSS presisi tinggi.
Data hasil penerbangan kemudian diproses menggunakan perangkat lunak Terrasolid dan dianalisis melalui teknologi berbasis AI dari Strayos.
Hasilnya adalah model 3D dengan tingkat presisi sentimeter, yang dapat dihasilkan dalam waktu jauh lebih singkat dibandingkan metode manual.
Model tiga dimensi tersebut menjadi dasar perhitungan volume stockpile secara akurat, analisis kontur dan elevasi, pemantauan progres pit, hingga validasi kondisi as-built di lapangan.
Dukungan teknologi RTK memastikan ortofoto dan point cloud memiliki konsistensi tinggi, baik untuk kebutuhan teknis maupun manajerial.
Point cloud yang dihasilkan juga memungkinkan perusahaan tambang memantau perubahan permukaan secara berkala, menghitung volume material dengan lebih presisi, serta mengevaluasi performa operasional secara menyeluruh.
Dengan pembaruan data rutin, manajemen dapat mengandalkan satu sumber data yang akurat untuk mendukung pengambilan keputusan strategis.
“Dengan model 3D yang diperbarui secara berkala, operasional tambang dapat berjalan lebih efisien dan berkelanjutan,” ujar Halo Robotics dalam keterangannya.
Teknologi drone untuk survei tambang ini tidak hanya mempercepat proses pengukuran yang sebelumnya membutuhkan waktu panjang kini dapat diselesaikan dalam hitungan jam, tetapi juga meningkatkan keselamatan kerja.
Personel tidak lagi harus menjangkau area curam atau aktif dengan risiko tinggi hanya untuk melakukan pengukuran manual.









