Begini Cara Aplikasi Melacak Aktivitas Pengguna dan Cara Menonaktifkannya
Jaringan wifi yang digunakan, web yang diakses pengguna, atau tautan media sosial yang digunakan dapat memberikan informasi mengenai kebiasaan atau ketertarikan pengguna.
Ilustrasi aplikasi. dok. Magnific
Pernah merasa ponsel mengetahui apa yang sedang dibicarakan setelah secara tiba-tiba muncul iklan yang berkaitan?
Kondisi ini seringkali membuat pengguna menduga bahwa ponsel dapat merekam percakapan. Namun, menurut Engadget sebenarnya aplikasi tidak melakukan hal tersebut.
Berbagai aktivitas pengguna dapat memberikan sinyal bagi perusahaan digital.
Jaringan wifi yang digunakan, web yang diakses pengguna, atau tautan media sosial yang digunakan dapat memberikan informasi mengenai kebiasaan atau ketertarikan pengguna.
- Ferrari Gandeng IBM untuk Tingkatkan Pengalaman Fans F1 dengan AI
- Strava Hadirkan Fitur Terapi Fisik, Dorong Pengguna Lebih Seimbang antara Latihan dan Pemulihan
- SEEK Pass Hadirkan Verifikasi IELTS dan PTE, Peluang Lolos Kerja Naik 20 Persen
- Jobstreet Tambah Fitur Basic Talent Search, Perusahaan Bisa Cari Kandidat Secara Proaktif
Salah satu cara yang digunakan untuk melacak aktivitas pengguna adalah melalui advertising ID. Android dan IOS menggunakan sistem pengenal perangkat untuk melacak performa ponsel dan perilaku pengguna.
Android mengaktifkan sistem tersebut secara default, sementara IOS menggunakan App Tracking Transparency (ATT) milik Apple yang harus meminta izin pengguna terlebih dahulu.
Selain identitas perangkat, aplikasi juga dapat meminta akses GPS, kamera, atau mikrofon.
Akses ini memang dibutuhkan sejumlah aplikasi, namun data tersebut tetap memberikan informasi pengguna.
Lantas apakah pelacakan ini selalu berbahaya? Dikutip dari Engadget, risiko dapat muncul ketika semua data digabung. Iklan bertarget tidak hanya menawarkan sebuah produk, data pengguna seringkali digunakan untuk mempengaruhi emosi dan perilaku pengguna.
Misalnya data menunjukkan seseorang lebih mudah berbelanja saat sedang sedih atau marah, maka kondisi tersebut dimanfaatkan untuk mendorong melakukan pembelian.
Untuk meminimalisir adanya pelacakan, pengguna Android dapat menghapus Advertising ID melalui pengaturan Google.
Sementara IOS, pengguna dapat mematikan izin pelacakan melalui Settings > Privacy & Security > Tracking lalu menonaktifkan Personalized Ads.









