AI dan Otomatisasi Diprediksi Jadi Penopang Operasional Cerdas Pelaku Industri di 2026
Zebra Technologies memprediksi AI dan otomatisasi akan menjadi fondasi operasional cerdas industri manufaktur, logistik, retail, dan sektor publik pada 2026.
Ilustrasi industi manufaktur yang memanfaatkan teknologi cerdas. dok. Zebra Technologies
Tekanan kekurangan tenaga kerja, gangguan rantai pasok, hingga meningkatnya ekspektasi konsumen mendorong berbagai sektor industri mempercepat adopsi teknologi canggih.
Menyongsong 2026, Zebra Technologies menyoroti perubahan besar dalam cara industri manufaktur, logistik, retail, dan sektor publik membangun operasional yang lebih cerdas, tangguh, dan terhubung.
Zebra Technologies mengungkapkan, kecerdasan buatan (AI), otomatisasi, serta pemanfaatan data real-time menjadi fondasi utama transformasi operasional lintas sektor.
Fokusnya tidak hanya pada efisiensi, tetapi juga pada pemberdayaan pekerja lini depan agar mampu beradaptasi dengan dinamika bisnis yang semakin cepat.
- OpenAI Luncurkan ChatGPT Health untuk Diskusi Kesehatan
- Hewan Peliharaan Kini Juga Bisa Miliki Perangkat Teknologi Berbasis AI
- Nvidia Perkenalkan Chip AI Vera Rubin, Klaim 5 Kali Lebih Bertenaga dari Generasi Sebelumnya
- Investor Prediksi AI Akan Pangkas Tenaga Kerja pada 2026, Makin Sulit Dapat Kerja?
“Laju perubahan di kawasan Asia Pasifik menuntut tingkat kecerdasan operasional baru, dan hal tersebut dimulai dengan pemberdayaan lini depan,” ujar Eric Ananda, Country Manager Indonesia Zebra Technologies.
Ia menambahkan, solusi yang menghubungkan aset, data, dan manusia secara real-time memungkinkan organisasi menjawab tantangan saat ini sekaligus membuka peluang pertumbuhan berkelanjutan.
Di sektor manufaktur, adopsi AI kian krusial untuk mengatasi keterbatasan tenaga kerja dan meningkatkan produktivitas.
Studi Zebra bersama Oxford Economics menunjukkan bahwa optimalisasi pengendalian kualitas (quality control) berpotensi meningkatkan pendapatan manufaktur hingga 2,4 poin persentase.
Pada 2026, penggunaan machine vision berbasis AI untuk pengendalian kualitas secara real-time diproyeksikan menjadi standar baru guna meminimalkan kesalahan produksi dan pemborosan.
Sementara itu, otomatisasi cerdas dan teknologi RFID membantu meningkatkan visibilitas aset demi membangun rantai pasok yang lebih tangguh.
Sektor transportasi dan logistik juga mengalami pergeseran signifikan. Pelaku industri kini melampaui sekadar pelacakan dasar menuju pemanfaatan analitik prediktif untuk pengambilan keputusan yang lebih presisi.
Visibilitas aset secara real-time, yang didukung RFID dan perangkat Internet of Things (IoT), menjadi standar baru dalam pengelolaan barang bernilai tinggi.
Untuk memenuhi tuntutan pengiriman yang lebih cepat dan berkelanjutan, perusahaan memanfaatkan AI guna mengoptimalkan rute secara dinamis.
Hasilnya, organisasi transportasi dan logistik mencatat peningkatan produktivitas hingga 21 persen, sekaligus mempertegas nilai investasi dari rantai pasok yang terkoneksi.
Di sektor retail, AI dan platform data terpadu dimanfaatkan untuk menghadirkan pengalaman belanja yang lebih personal sekaligus merampingkan operasional. Teknologi self-service seperti scan-and-go, self-checkout, dan kiosk cerdas semakin umum digunakan.
Di balik layar, perusahaan retail mengandalkan perangkat mobile dan sistem inventori berbasis RFID untuk menekan kehilangan barang serta meningkatkan produktivitas pekerja lini depan, sehingga operasional tetap efisien di tengah tekanan biaya.
Zebra bersama Oxford Economics memperkirakan organisasi global terdepan berpotensi membuka tambahan pendapatan rata-rata 3 miliar dolar AS dan peningkatan laba sekitar 120 juta dolar AS dengan memperbaiki alur kerja lini depan secara signifikan.
Pendekatan ini menegaskan pentingnya menghubungkan setiap aset dan pekerja melalui otomatisasi cerdas serta analitik lanjutan untuk mengantisipasi gangguan dan mempercepat pengambilan keputusan.
Lonjakan e-commerce turut mendorong inovasi di sektor pergudangan. Sistem Warehouse Execution System (WES) berbasis AI, yang dipadukan dengan data real-time dari IoT, memungkinkan proses pemenuhan pesanan berjalan lebih cepat dan akurat.
Solusi dengan analitik prediktif, seperti Zebra VisibilityIQ Foresight, membantu memaksimalkan waktu aktif perangkat sekaligus mengurangi gangguan operasional.
Optimalisasi ini juga berkontribusi pada pengurangan limbah elektronik dan perjalanan yang tidak perlu, sejalan dengan target keberlanjutan perusahaan.
Di sektor publik, modernisasi digital menjadi prioritas untuk meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi.
Pada 2026, pemberdayaan pekerja lini depan—mulai dari keselamatan publik hingga layanan lapangan—melalui perangkat mobile tangguh dan data real-time dipandang krusial untuk memperkuat kolaborasi antarinstansi serta menjaga ketahanan layanan publik, termasuk perlindungan data sensitif.









