Peneliti berhasil kembangkan drone balap otonom terkecil di dunia

Para peneliti mengatakan bahwa drone balap tercepat dapat melakukan perjalanan sekitar dua meter per detik atau 7,2 km/jam.

Peneliti berhasil kembangkan drone balap otonom terkecil di dunia Source: Credit: Yingfu Xu, TU Delft via New Atlas

Para ilmuwan di TU Delft berhasil mengembangkan drone balap otonom terkecil di dunia. Penemuan ini melibatkan beberapa inovasi penting dalam algoritma yang mengendalikan jalur penerbangannya. Dilansir dari New Atlas (31/5), tampaknya balapan drone otonom ingin lebih terlihat mengesankan seperti balapan drone dengan kendali pilot.

Kontes Balapan Robot Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence Robotic Racing) senilai USD2,25 juta (Rp32 miliar) oleh Drone Racing League adalah salah satu contoh yang ditawarkan oleh para penggemar teknologi yang mengembangkan drone balap otonom.


BACA JUGA

Ilmuwan kembangkan drone yang dapat menciut saat terbang

NEC uji coba drone untuk penumpang

Kacamata drone terbaru dari DJI bisa rekam hingga 120 fps


Kompetisi khusus itu menawarkan USD1 juta (Rp14,4 miliar) untuk tim pemenang dari sirkuit balap AI, dan USD250 ribu (Rp3,5 miliar) untuk tim pertama yang mengalahkan drone yang dikontrol manusia melintasi garis finish. Intinya, balapan drone otonom adalah bisnis yang serius.

“Untuk drone dengan empat baling-baling, terbang lebih cepat juga berarti mampu menjangkau lebih banyak area. Untuk beberapa aplikasi, seperti pencarian dan penyelamatan atau pengiriman paket, menjadi lebih cepat akan sangat bermanfaat. Fokus kami pada bobot yang ringan dan solusi yang murah berarti bahwa kemampuan penerbangan cepat seperti itu akan tersedia untuk berbagai macam drone,” kata pemimpin ilmiah di Micro Air Vehicle Labolatory TU Delft, Guido de Croon.

Para peneliti mengatakan bahwa drone balap tercepat dapat melakukan perjalanan sekitar dua meter per detik atau 7,2 km/jam, tetapi ini membutuhkan prosesor berperforma tinggi dan kamera untuk memodelkan jalur terbangnya, yang pada akhirnya bisa membuat drone berat dan mahal.

Pesawat mini tersebut memiliki bobot hanya 72 gram dan berdiameter 10 cm, sehingga merupakan drone balap otonom terkecil di dunia. Dengan hanya satu kamera dan minim sensor, drone sangat bergantung pada algoritma efisien yang membantunya memprediksi jalur yang aman.

Tim menempatkan drone untuk bekerja di lapangan balap dalam ruangan yang terdiri dari empat gerbang. Drone mampu menavigasi jalur dan melakukan perjalanan dengan kecepatan rata-rata 7,2 km/jam, setara dengan performa drone balap otonom berukuran besar.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: