Resmi Beroperasi, MoraRepublic Siap Perkuat Akses Internet Cepat di Indonesia
MoraRepublic resmi berdiri dari merger Moratelindo dan MyRepublic, dorong pemerataan internet cepat dan penguatan ekosistem digital Indonesia.
MoraRepublic resmi berdiri. dok. MoraRepublic
PT Ekamas Mora Republik Tbk atau MoraRepublic resmi beroperasi di Indonesia dan siap berkontribusi dalam industri telekomunikasi Indonesia.
MoraRepublic merupakan hasil penggabungan PT Mora Telematika Indonesia Tbk (Moratelindo) dan PT Eka Mas Republik (MyRepublic Indonesia), yang selama ini dikenal sebagai pemain kuat di infrastruktur jaringan dan layanan internet berbasis fiber.
Langkah ini tidak sekadar menyatukan dua entitas bisnis, tetapi juga menjadi strategi untuk menjawab kebutuhan konektivitas yang terus meningkat, terutama di tengah dorongan transformasi digital yang semakin masif di Indonesia.
Sebagai bagian dari PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) di bawah grup Sinar Mas, MoraRepublic diposisikan untuk memperkuat fondasi infrastruktur digital nasional, sekaligus memperluas jangkauan layanan internet berkecepatan tinggi.
- APJATEL Kenalkan Model OVC, Solusi Infrastruktur Telekomunikasi Nasional Lebih Efisien hingga 60%
- XLSMART Luncurkan XL Ultra 5G+, Jaringan 5G Nasional Pertama dengan Blanket Coverage di Indonesia
- ZTE dan XLSMART Cetak Tonggak Baru Tuntaskan 20.000 Site MOCN dalam 8 Bulan
- Industri dan Pemerintah Cari Solusi Sinkronisasi Aturan Daerah demi Percepatan Infrastruktur Telekomunikasi
Presiden Direktur DSSA L. Krisnan Cahya mengatakan pembentukan MoraRepublic sebagai langkah penting dalam menjawab kebutuhan tersebut.
“Kami melihat kebutuhan konektivitas akan terus tumbuh, dan MoraRepublic diposisikan untuk menjawab kebutuhan itu. Ke depan, fokus kami memperluas jangkauan dan meningkatkan kualitas layanan agar dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Komisaris Utama Independen MoraRepublic Arsjad Rasjid menilai penggabungan ini merupakan respons nyata terhadap perkembangan kebutuhan digital yang semakin cepat.
Ia menegaskan pentingnya tata kelola perusahaan yang kuat agar potensi besar dari merger ini bisa benar-benar diterjemahkan menjadi manfaat bagi industri dan masyarakat.
Sementara itu, Direktur Utama MoraRepublic Timotius M. Sulaiman mengatakan kehadiran entitas baru ini akan membawa peningkatan dari sisi kapasitas dan kualitas layanan.
“Kami ingin menghadirkan jaringan yang lebih stabil, lebih cepat, dan menjangkau lebih luas. Dengan penggabungan ini, ekspansi jaringan juga bisa dilakukan lebih optimal,” kata dia.
Jika melihat kekuatan masing-masing sebelum bergabung, Moratelindo dikenal sebagai salah satu penyedia backbone fiber optik terbesar di Indonesia dengan jaringan lebih dari 57 ribu kilometer, didukung enam data center serta puluhan ribu pelanggan enterprise.
Di sisi lain, MyRepublic Indonesia memiliki basis pelanggan ritel yang kuat dengan jaringan FTTH lebih dari 58 ribu kilometer dan cakupan jutaan rumah, dengan layanan internet hingga 1 Gbps.
Penggabungan ini membuat MoraRepublic memiliki pijakan yang cukup solid, baik dari sisi infrastruktur maupun pelanggan, untuk bersaing di tengah kebutuhan internet yang terus meningkat, mulai dari rumah tangga hingga sektor bisnis.
Langkah ini juga jadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem digital nasional. Dalam jangka panjang, MoraRepublic ingin mendorong konektivitas yang lebih merata, termasuk ke wilayah yang selama ini belum terjangkau secara optimal.
Dengan struktur Direksi dan Dewan Komisaris baru yang efektif menjabat sejak 22 April 2026, MoraRepublic mengusung semangat kolaborasi sebagai fondasi utama. Tagline “Together, we rocket far, fast towards infinite future” menjadi cerminan arah perusahaan untuk bergerak lebih cepat dalam menghadirkan layanan digital yang relevan.









